Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Pasar Burung Madiun Dikembangkan untuk Pariwisata

Selasa 06 Sep 2016 21:11 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten Madiun akan mengembangkan potensi pasar burung yang terletak di Mejayan, Caruban, untuk dijadikan lokasi wisata lokal yang mampu mendongkrak kunjungan wisata ke daerah setempat.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, perdagangan, dan Pariwisata (Diskoperindagta) Kabupaten Madiun Sawung Rehtomo, di Madiun, Selasa (6/9), mengatakan pasar burung yang terletak di jalur Madiun-Surabaya tersebut, nantinya akan direnovasi menjadi rest area berkonsep taman burung.

"Dengan renovasi tersebut, pasar burung diproyeksikan mampu menarik minat para wisatawan yang melintas untuk singgah di tempat itu," ujar Sawung kepada wartawan.

Menurut dia, prospek Pasar Burung Mejayan menjadi lokasi rest area sangatlah tinggi. Sebab, bangunanya yang berada di jalur vital, membuat pasar tersebut mudah dikunjungi oleh pengguna jalan terlebih yang melintasi jalur Madiun-Surabaya.

Selain itu, posisi Caruban Kabupaten Madiun yang berada di tempat strategis, yakni di jalur utama antara Madiun, Yogyakarta, dan Bali, memberi nilai tambah untuk dikembangkan potensinya menjadi tempat jujukan para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan.

Sesuai data, dalam satu hari kerja, wilayah Mejayan, Caruban, dilewati sekitar 280 angkutan bus pariwisata. Jumlah itu bisa meningkat dua kali lipat jika saat liburan, yakni mencapai 500 hingga 600 bus.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Madiun telah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk pengembangan potensi pariwisata di daerah setempat.

"Dari jumlah Rp 3 miliar tersebut, sebesar Rp 2,2 miliar akan digunakan untuk merenovasi pasar burung. Tinggal pelaksanaannya," kata Sawung.

Kepala Bidang Pariwisata Diskoperindagta Kabupaten Madiun, Isbani menambahkan, di rest area pasar burung nantinya akan disediakan pusat kuliner dan oleh-oleh khas daerah setempat.

"Diharapkan, wisatawan mau berkunjung, baik hanya untuk melepas penat, makan, ataupun membeli jajanan khas Kabupaten Madiun," kata Isbani.

Sedangkan sisa dana dari Rp 3 miliar akan digunakan untuk kegiatan pengembangan pariwisata lainnya seperti perbaikan sejumlah objek wisata dan promosi wisata agar potensi yang ada di Kabupaten Madiun semakin dikenal luas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA