Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Menteri Yohana: Anak Harus Terhindar dari Diskriminasi dan Kekerasan

Sabtu 10 Sep 2016 03:14 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Kekerasan seksual terhadap anak (ilustrasi)

Kekerasan seksual terhadap anak (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA), Yohana Yembise menegaskan, anak Indonesia harus terhindar dari diskriminasi dan kekerasan. Upaya perlindungan ini berlaku untuk seluruh anak Indonesia.

"Kita harapkan ini dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh pihak untuk lebih peduli pada pemenuhan hak dan perlindungan anak. Apa yang menjadi hak anak tentu menjadi tugas dan kewajiban yang harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh semua pihak, baik orang tua, guru, pemerintah, media, dunia usaha serta masyarakat," kata Yohana dalam keterangan persnya, Jumat (9/9).

Dalam waktu dekat, Yohana mengatakan, juga akan dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Peraturan ini demi mewujudkan suasana aman dan nyaman bagi anak. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terpenuhi hak haknya serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan. Dalam hal ini termasuk dari diskriminasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya.

Pada kesempatan sama, Yohana juga mengungkapkan, beberapa hak anak yang harus dipenuhi. Pertama, hak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik. Upaya ini bisa dilakukan dengan memperkuat kelembagaan keluarga, memperkuat lingkungan termasuk lingkungan sekolah dan masyarakat.

Selanjutnya, terpenuhinya hak sipil anak dan kebebasan. Setiap anak harus memiliki akta kelahiran dan memperoleh informasi yang bermanfaat dan tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi. Masyarakat juga perlu mendengarkan suara anak dalam bentuk partisipasi anak,

Hak kesehatan dan kesejahteraan anak juga diharapkan bisa terpenuhi. Semua anak berhak memperoleh akses pendidikan minimal jenjang SMA atau sederajat.

 


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA