Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

KLHK Dorong Pemanfaatan Bank Sampah

Selasa 13 Sep 2016 18:36 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Petugas memilah sampah di Bank Sampah RW. 03 Malaka Sari, Jakarta Timur, Rabu (10/8). (Republika/ Yasin Habibi)

Petugas memilah sampah di Bank Sampah RW. 03 Malaka Sari, Jakarta Timur, Rabu (10/8). (Republika/ Yasin Habibi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong masyarakat untuk mengelola sampah lewat sistem 3R yakni reduce, reuse dan recycle dengan sistem bank sampah berbasis masyarakat. Perwakilan Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Anjar Munaryanti di Bengkulu, Selasa mengatakan kesadaran masyarakat mengelola sampah dapat meningkat bila pengelolaan sampah memberikan dampak positif hingga bernilai secara ekonomi.

"Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah masih minim, tapi bisa didorong dengan sistem bank sampah di mana dari pengelolaan itu masyarakat memetik manfaat," ujar Anjar.

Saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Program 3R (reuse, reduce, recycle) Berbasis Masyarakat Melalui Bank Sampah di Kota Bengkulu, ia mengatakan manfaat pengelolaan sampah selain mengantisipasi timbulnya beberapa jenis penyakit, juga dapat menjadi penopang perekonomian keluarga. Menurut dia, tidak mudah mengubah perilaku masyarakat untuk memahami manfaat sampah. Apalagi belum ada figur pengelola sampah yang dapat dijadikan panutan di tengah masyrakat.

"Perlu ada rintisan kelompok masyarakat pengelola sampah yang memberikan manfaat ekonomi yang bisa dijadikan contoh oleh masyarakat," ucapnya.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Sofwin Syaiful mengatakan pengelolaan sampah lewat sistem bank sampah merupakan stategi untuk membangun perekonomian masyarakat dengan cara pemanfaatan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. "Untuk mendukung ini perlu ada gerakan pengumpulan sampah, pendaur ulang, hingga pemanfaatan kembali sampah dan pemulihan lingkungan," kata dia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA