Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Bayi Berkepala Dua Lahir Secara Dramatis di Makassar

Jumat 16 Sep 2016 00:16 WIB

Red: Ilham

Ilustrasi bayi berkepala dua

Ilustrasi bayi berkepala dua

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Seorang bayi lahir di Rumah Sakit Umum Provinsi Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan dengan dua kepala, satu badan, dua kaki dan dua tangan pada Rabu (14/9) pukul 09.45 WITA.

"Kondisi bayi stabil dan dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensif Care Unit) dibantu dengan alat pernapasan," kata Direktur Umum dan Operasional RSUP RSWS dr Sriwati Palaguna, Kamis (15/9), malam.

Ibu bayi, warga Jalan Perintis Kemerdekan VII Makassar, masuk di Ruang Kebidanan RS setempat pada Selasa (13/9), sekira pukul 11.30 WITA. Proses kelahiran bayi malang tersebut dilakukan dengan operasi caesar yang dilakukan dr. Effendi Lukas dengan sukses, meski berjalan cukup dramatis.

Berat badan bayi yang belum diberi nama itu 3,4 kilogram, dengan panjang badan 42 sentimeter, apgar score 5/7 dalam kondisi sesak. Proses kelahiran, kata Sriwati, dilakukan sistem resusitasi dan dibantu alat pernapasan (C-Pap) kepada bayi tersebut agar bisa bernapas.

Saat ini, bayi itu di bawah tanggung jawab dr Emma Alasiry. Orang tua bayi itu masuk rumah sakit dengan status melalui jalur umum, dan saat ini masih dirawat di ruang perawatan.

Pihak keluarga enggan diminta keterangan karena masih syok dengan kenyataan bayi tersebut lahir dengan dua kepala. Hingga saat ini, jenis kelamin bayi malang tersebut belum diketahui.

Dr Sriwati mengatakan, sebelumnya pernah terjadi kelahiran serupa dan dilakukan operasi pemisahan. Namun kondisi bayi tidak bertahan lama dan akhirnya meninggal dunia.

Humas RSUP RSWS dr. Ilham menyatakan, kondisi bayi masih terus dikontrol dan mendapat pengawasan dari dokter penanggungjawabnya. Pihak dokter rumah sakit terus berupaya melakukan hal terbaik bagi bayi tersebut.

"Bayi itu masih dibantu alat pernapasan. Tim dokter segera dibentuk untuk menangani persoalan ini, untuk operasi pemisahan masih belum dilakukan karena tim baru membahas solusinya," katanya pula.




sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA