Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Berat Badan Basri dan Istri Bertambah

Kamis 22 Sep 2016 07:49 WIB

Red: Angga Indrawan

Basri alias Bagong (tengah) salah satu anggota kelompok bersenjata Santoso Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ketika digiring mememasuki ruangan pemeriksaan kesehatan di RS. Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/9).

Basri alias Bagong (tengah) salah satu anggota kelompok bersenjata Santoso Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ketika digiring mememasuki ruangan pemeriksaan kesehatan di RS. Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/9).

Foto: Antara/Fiqman Sunandar

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto mengatakan sepekan sejak ditahan kondisi kesehatan Nurmi Usman alias Oma, kini telah pulih bahkan mengalami pertambahan berat badan hingga 2 kilogram. Nurmi Usman merupakan istri dari Basri, anggota kelopok sipil bersenjata di Kabupaten Poso dipimpin oleh Santoso.

Selain istrinya, kondisi kesehatan Basri alias Bagong alias Bang Ayas alias Opa pun sudah mulai membaik. Saat ditangkap pekan lalu, keduanya dalam keadaan pucat, namun kini kondisi mereka terlihat lebih cerah.

"Kondisi kesehatan keduanya sudah sangat membaik, sehingga dalam waktu dekat akan segera dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim penyidik yang masuk dalam operasi Tinombala di Mapolda Sulteng," kata juru bicara Satgas Tinombala tersebut.

Meskipun belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Mabes Polri, sejak foto keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Polda Sulteng, lanjutnya, telah menetapkan keduanya sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena keduanya sangat jelas telibat dan turut serta dalam aksi tindak pidana terorisme di wilayah Kabupaten Poso di bawah pimpinan Abu Wardah alias Santoso yang merupakan pimpinan Mujahidin Indonesi Timur(MIT).

Untuk Basri kata Hari, saat penangkapan dilakukan kondisi rambut dalam keadaan gondrong, kini telah dipangkas rapi. Itu merupakan permintaan dan tawaran dari pihak Kepolisian. "Saat ditawarkan untuk gunting rambut, Basri bersedia dan menyetujuinya. Hal ini juga tidak lain berdasarkan prinsip kemanusian," ujarnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA