Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Kapolda: Istri Ali Kalora DItangkap Sedang Hamil

Rabu 12 Oct 2016 06:44 WIB

Red: Angga Indrawan

Kelompok Santoso (Ilustrasi)

Kelompok Santoso (Ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, POSO -- Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel, seorang perempuan anggota kelompok sipil bersenjata di Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang ditangkap Satuan tugas (Satgas) operasi Tinombala ternyata sedang hamil. Tini Susanti ditangkap di salah satu rumah kerabatnya di Kota Poso, Selasa (11/10).

"Sekitar pukul 16.00 Wita," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Suhfahriadi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (11/10).

Tini merupakan istri dari Ali Kalora yang saat ini masih dalam pengejaran Satgas Tinombala bersama Sembilan DPO lainnya. Mereka adalah anggota dari Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak Satgas Tinombala beberapa waktu lalu. Kapolda di poso mengatakan, Tini Susanti ditangkap dalam keadaan hamil. Hal itu kata dia, berdasarkan penyelidikan awal Polisi di lapangan dan hasil pemeriksaan kepada yang bersangkutan.

Kapolda menyatakan kondisi Tini cukup kuat untuk dibawa ke Polda Sulteng Kota Palu, setelah mendapatkan perawatan sementara di Mapolres Poso. Selain itu, yang bersangkutan diperkirakan akan melahirkan pada bulan November mendatang. "Tersangka selanjutnya akan kita berangkatkan ke Palu, kemudian menjalani perawatan sambil menunggu kelahiran anaknya," kata Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, dengan tertangkapnya Tini Susanti, tiga orang peremuan dalam target DPO akhirnya telah selesai. Mereka adalah Jumiatun Muslim alias Umi Delima istri Santoso, Nurmi Usman alias Oma istri Basri yang ditangkap bersamaan dan Tini Susanti alias Umi Fadel ditangkap hari ini.

"kini tersisa 10 DPO lagi dan semuanya laki-laki," ujarnya Kapolda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA