Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Bupati Poso Terus Imbau Pengikut Santoso Menyerahkan Diri

Jumat 21 Oct 2016 00:11 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hazliansyah

Pimpinan teroris, Santoso dipastikan tewas dalam baku tembak dengan Polri di Tinombala, Sulteng, Senin (18/7).

Pimpinan teroris, Santoso dipastikan tewas dalam baku tembak dengan Polri di Tinombala, Sulteng, Senin (18/7).

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengimbau para pengikut Santoso yang masih berada di hutan agar segera menyerahkan diri pascatewasnya teroris Santoso di Poso beberapa bulan silam. Pemerintah dikatakanya berjanji akan memberikan perlindungan.

"Saya sebagai pemda di sana tetap mengimbau kepada mereka-mereka yang masih ada di hutan itu lewat keluarganya supaya kesempatan pertama lebih baik menyerahkan diri saja kepada pemerintah, bisa ke pemda Poso atau kepada aparat yang ada di sana. Karena kalau mereka menyerahkan diri baik-baik, itu akan kita lindungi. Tapi kalau mereka nanti ketemu di hutan, ya mau tidak mau kalau bukan tertembak ya menembak," kata Darmin di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut dia, para pengikut Santoso yang masih tinggal di hutan yakni hanya belasan orang. Sejumlah pengikut lainnya pun dikatakannya telah menyerahkan diri. Hingga saat ini, perburuan terhadap para anggota kelompok Santoso ini masih berlangsung.

Kendati demikian, Darmin menegaskan situasi keamanan di 18 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada tergolong aman.

"Jadi yang memang ada gangguan keamanan itu hanya tertuju ke satu kecamatan saja yang di Poso pesisir itu. Yang 18 kecamatan yang lain itu damai semua," tegas dia.

Karena itu, untuk menunjukan kondisi Poso yang kini telah aman, pemerintah daerah Poso berencana menggelar festival Pesona Danau Tektonik Poso. Ia berharap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai tokoh yang berhasil menciptakan perdamaian di Poso dapat menghadiri festival yang digelar pada 2 sampai 5 November itu.

Seperti diketahui, Santoso dan seorang anak buahnya bernama Mochtar tertembak mati dalam kontak senjata antara personel Satgas Operasi Tinombala di pegunungan sekitar Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7) silam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA