Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Menkes Canangkan Gerakan Tes HIV

Kamis 01 Dec 2016 11:18 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Winda Destiana Putri

Peduli HIV-AIDS

Peduli HIV-AIDS

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mencanangkan gerakan ajakan Tes hiv untuk masyarakat umum. Ajakan tersebut dilakukan dalam bentuk Kegiatan Kampanye Peduli HIV AIDS.

Menkes mengatakan pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Sebab, sejak 2005 sampai dengan Desember 2015 telah dilaporkan 191.073 orang terinfeksi HIV di Indonesia. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian banyak kalangan. "Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penemuan kasus HIV yang tinggi, bersama dengan provinsi DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Menkes Nila.

Ia menyebutkan, faktor risiko penularan HIV terbanyak melalui hubungan seks yang berisiko pada heteroseksual (66 persen); penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (11 persen); lelaki seks dengan lelaki (3 persen); serta penularan dari ibu ke anak (3 persen). Jumlah kasus AIDS yang dilaporkan tertinggi pada ibu rumah tangga (10.626); tenaga non professional/karyawan (9.603); wiraswasta (9.439); petani/peternak/nelayan (3.674); buruh kasar (3.191); penjaja seks (2.578); PNS (1.819); dan anak sekolah/ mahasiswa (1.764). Data-data yang didapat tersebut di atas mendasari dalam strategi pencegahan dan pengendalian HIV AIDS yaitu dengan pendekatan yang berfokus dalam keluarga dan masyarakat.

Menkes menjelaskan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS harus dilakukan pemerintah bersama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai hasil sesuai harapan. Hal ini dapat dilakukan melalui koordinasi, kemitraan serta partisipasi aktif dari komunitas populasi kunci, populasi sasaran serta masyarakat umum menjadi salah satu pilar dari Layanan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual Komprehensif Berkesinambungan atau dikenal sebagai LKB sebagai strategi utama dalam pengendalian HIV AIDS dan PIMS.

Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat, mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, berperan aktif dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi penggerak dalam pembangunan berwawasan kesehatan. "Prinsip dasar dalam Strategi Nasional Pengendalian HIV AIDS adalah dilaksanakan bersama antara Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat yang mencakup organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan," imbuhnya.

Menkes menambahkan Kampanye Peduli HIV AIDS yang dilakukan saat ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV AIDS, menggerakkan peran serta aktif masyarakat secara luas dalam upaya pencegahan penularan HIV, menumbuhkan kesadaran tentang perlunya tes HIV untuk semua orang, serta menghilangkan stigma untuk HIV. Ia meminta masyarakat tidak ragu untuk tes HIV.

"Kami berharap dan menyampaikan ajakan pada semua masyarakat untuk tidak ragu-ragu maupun takut dalam melakukan tes HIV, tidak melakukan diskriminasi maupun stigma pada orang yang melakukan tes HIV, dan tidak menstigma orang yang terinfeksi HIV, dikarenakan semua orang berpeluang untuk terinfeksi HIV," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA