Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pengusaha Ikan Asin Pariaman Rugi Puluhan Juta

Selasa 06 Dec 2016 13:19 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Pekerja menjemur ikan asin

Pekerja menjemur ikan asin

REPUBLIKA.CO.ID,  PARIAMAN -- Pengusaha ikan asin di Kota Pariaman, Sumatra Barat, mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah akibat cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak beberapa bulan terakhir. Dasril (66) salah seorang pengusaha ikan asin di Pariaman, Selasa (6/12) mengatakan kerugian tersebut akibat ikan yang dijemur membusuk karena kurangnya proses pengeringan.

"Usaha ikan asin ini sangat bergantung kepada cahaya matahari, namun hujan yang disertai badai sejak beberapa bulan terakhir sangat mengganggu proses pengeringan ikan," kata dia.

Ia mengatakan untuk ikan asin jenis maco, biasanya membutuhkan proses pengeringan dua hingga tiga hari. Namun akibat cuaca yang tidak menentu proses pengeringan bisa memakan waktu hingga satu minggu.

"Jika selama satu minggu proses pengeringan tidak selesai, maka ikan tersebut akan membusuk dan pengusaha mengalami kerugian hingga Rp 10 juta lebih setiap kali penjemuran," kata dia.

Ia mengaku setiap harinya pengusaha ikan asin menjemur sebanyak 30 keranjang atau setara 350 kilogram ikan. Ikan asin tersebut pada umumnya dijual ke pedagang setempat dan ke luar daerah.

Selain terganggu akibat cuaca yang tidak menentu, para pengusaha ikan asin juga mengeluhkan kurangnya pasokan ikan oleh nelayan. "Kami juga bergantung kepada nelayan, banyak para nelayan tidak berani melaut akibat cuaca buruk sehingga pasokan ikan sangat minim sekali," sebut dia.

Sementara itu Diman (53) salah seorang konsumen ikan asin asal Kabupaten Padangpariaman mengaku kecewa karena kosongnya pasokan ikan asin. "Ikan asin tersebut akan dikirim ke Malaysia dan dijual kembali, namun sejak beberapa bulan terakhir sangat sulit mendapatkannya," kata dia.

Ia mengaku permintaan ikan asin di negeri Jiran Malaysia cukup tinggi. Hal itu dikarenakan kualitas ikan di perairan Indonesia lebih baik. "Biasanya satu kali sebulan saya mengirimkan sebanyak 500 kilogram ikan asin, karena permintaan di sana cukup besar," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA