Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Jokowi Gelar Rapat Penanganan Gempa di Aceh

Kamis 08 Dec 2016 20:12 WIB

Red: Esthi Maharani

 Warga bersama aparat melakukan evakuasi lanjutan di reruntuhan ruko di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, NAD, Kamis (8/12).

Warga bersama aparat melakukan evakuasi lanjutan di reruntuhan ruko di Pasar Meureudu, Pidie Jaya, NAD, Kamis (8/12).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDa ACEH -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya setibanya di Aceh, Kamis (8/12) petang. Presiden Jokowi sekaligus mendapatkan laporan dari jajarannya yang telah terlebih berada dan ditugaskan di Aceh untuk memantau langsung penanganan gempa di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya.

Rapat koordinasi yang berlangsung mulai pukul 19.15 WIB tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo.

Teten Masduki yang ditugaskan Presiden ke Aceh pasca-gempa memulai laporannya kepada Presiden terkait dampak gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya yakni korban meninggal 102 tewas dan 1 hilang, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 10.029 mengungsi tersebar di 28 penampungan di tiga kabupaten.

"Ini menyangkut bencana di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie," katanya.

Di Pidie Jaya kerugian material sebanyak 105 unit ruko roboh, 12.560 unit rumah rusak ringan hingga berat, 49 unit masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, beberapa ruas jalan rusak, dan tiang listrik roboh. Sementara di Kabupaten Bireuen sebanyak 41 rumah rusak ringan hingga berat, satu masjid rusak berat, saru bangunan sekolah rusak, dan satu kilang padi rusak berat.

"Di Kabupaten Pidie sebanyak 40 rumah juga rusak berat," kata Teten.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh sekitar pukul 05.36 WIB, Rabu, 7 Desember 2016.

Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA