Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Peneliti: Empat Alasan Pengendara Motor tak Gunakan Helm

Kamis 08 Dec 2016 21:31 WIB

Red: Esthi Maharani

Helm

Helm

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwi Ardianta Kurniawan mengungkapkan empat alasan mengapa pengendara kendaraan bermotor roda dua tidak menggunakan helm saat berkendara.

"Saat ini, dengan mudah dapat dijumpai para pengendara yang tidak mengenakan helm. Hal itu bukan hanya dilakukan para pembonceng atau anak-anak kecil yang biasanya seperti dimaafkan bila melanggar, namun juga para pengendara dewasa yang memegang kemudi," kata dia, Kamis (8/12).

Ia mengatakan ada empat alasan pengendara motor enggan gunakan helm. Pertama kurangnya kesadaran mengenai fungsi helm sebagai pelindung keselamatan dalam berkendara. Hal ini dapat dilihat dari keengganan menggunakan helm untuk perjalanan jarak dekat.

"Tentunya perlu disadari bahwa kejadian kecelakaan dapat terjadi di manapun dan kapanpun, dengan tingkat kefatalan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Apalagi cedera kepala adalah penyebab tingkat fatalitas yang tertinggi dalam kecelakaan, sehingga diperlukan pengaman untuk mengurangi resiko tersebut," katanya.

Kedua, motivasi mengenakan helm sebagai pemenuhan kewajiban belaka, akibatnya banyak pengendara yang menggunakan helm hanya ketika ada petugas atau di jalan-jalan utama, dan kemudian melepasnya setelah dirasa aman dari pantauan.

"Hal ini sebenarnya mencerminkan pandangan yang naif, karena penggunaan helm adalah untuk keselamatan pengendara sendiri, bukan untuk kepentingan petugas," kata dia.

Ketiga, harga helm standar yang relatif mahal, sehingga mendorong pemilik kendaraan bermotor roda dua untuk permisif dan tidak memiliki serta tidak menggunakan helm standar.

Keempat, mementingkan penampilan sehingga banyak remaja dan pemuda yang tidak ingin penampilannya tertutupi oleh helm standar yang cenderung menutupi wajah.
Dalam era ketika narsisme merajalela ini, aspek penampilan menjadi pertimbangan penting bagi seseorang dalam bertingkah laku, juga ketika berkendara.

"Maka, jangan heran ketika perilaku tanpa helm ini banyak ditemui pada pusat-pusat kegiatan anak muda, yang dengan mudah dapat ditemui anak-anak muda yang berboncengan tanpa helm di kepala," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA