Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Bontang Ingin Jadi Kota Bahari

Kamis 08 Des 2016 22:45 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Citra Listya Rini

Ikan Kerapu

Ikan Kerapu

Foto: Antara Foto/Iggoy el Fitra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur sedang mengembangkan kemaritiman, budidaya pesisir, wisata alam, pengembangan dan pengemasan produk hasil laut dan lain sebagainya. Program Pemkot Bontang ini sejalan dengan komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) turut berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi mengatakan, pihaknya terus melakukan sinergi dengan Pemkot Bontang untuk meningkatkan perekonomian daerah. Ia mengatakan, kerja sama dan sinergi ini bertujuan agar kedua belah pihak terus saling menguntungkan.

Meizar mengatakan, sinergi di bidang pengembangan pesisir sangatlah tepat mengingat pasokan gas alam yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui bisa saja habis.

"Agar Bontang tidak menjadi kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya, diharapkan budidaya ikan kerapu dan terumbu buatan Pupuk Kaltim menjadikan Bontang sebagai Kota Bahari yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia," kata Meizar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/12).

Untuk mewujudkannya, selain melakukan berbagai program CSR, saat ini Pupuk Kaltim juga sedang menerapkan konsep CSV (Creating Shared Value) bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan.

Meizar menjelaskan, Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut dengan mengembangkan berbagai program kemaritiman. Salah satunya adalah dengan menebar 2.000 bibit ikan kerapu di keramba nelayan Tanjung Limau. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap program Creative City Pemkot Bontang.

Program budidaya ikan kerapu dirasa tepat mengingat peluang ekspor kerapu yang sangat menjanjikan. Produksi ikan kerapu yang ada saat ini hanya sekira 6-10 ton per bulan, sedangkan peluang untuk ekspor yaitu sekira 20 ton per bulan (sesuai kapasitas minimal kapal asing yang bisa sandar di Pelabuhan Bontang).

Tidak hanya menebar bibit ikan kerapu, Pupuk Kaltim juga melakukan penurunan 500 terumbu buatan di perairan Tobok Batang. Program ini merupakan komitmen perusahaan dengan Pemkot Bontang untuk memperbaiki ekosistem laut di Perairan Tobok Batang.

Selain berdampak positif bagi ekosistem laut, program ini juga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat karena proses pembuatan terumbu buatan dilakukan oleh masyarakat Guntung dan penurunan terumbu buatan dilakukan oleh nelayan Bontang Kuala.

Meizar mengatakan, program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Bontang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA