Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Jawa Barat Kekurangan Seribu Pendamping Desa

Rabu 14 Dec 2016 13:16 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih kekurangan tenaga pendamping desa untuk melaksanakan program-program yang dananya bersumber dari dana desa. Jawa Barat meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memprioritaskan pendamping desa.

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedy Mizwar mengatakan kebutuhan pendamping desa bagi 5.312 desa di seluruh Provinsi Jawa Barat mencapai 2.930 orang. Saat ini, jumlah pendamping desa yang ada sekitar 1.896 orang.

"Pendamping desa baru 52 persen saja, masih kekurangan sebanyak 1.064 pendamping," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara road show pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Jawa Barat yang diselenggarakan Kemendes di Gedung Sate, Rabu (14/12).

Ia menuturkan, rincian kekurangan pendamping desa, yaitu tenaga ahli di Kabupaten masih kurang sebanyak 10 orang, pendamping desa di kecamatan kurang 8 orang, pendamping jasa teknik infrastuktur di kecamatan kuota 578 orang baru ada sekitar 57 orang.

Selain itu, menurutnya, pendamping lokal desa di desa kuota sebanyak 1.530 orang namun baru ada sebanyak 965 orang. Sehingga diharapkan hal tersebut menjadi perhatian kementerian.

Dirinya menuturkan, alokasi dana desa bagi 5.312 desa di Jawa barat pada 2016 mencapai Rp 3,56 triliun. Dengan rincian realisasi pembangunan fisik sebanyak 93,3 persen, pemberdayaan masyarakat mencapai 55,4 persen dan penyelenggaraan pemerintah desa 0,3 persen dan pembinaan ke masyarakat 0,32 persen.

Ia menambahkan, pada 2014 alokasi dana desa di Jawa Barat mencapai Rp 4,55 triliun sehingga, dana tersebut usai diberikan kepada kabupaten/kota lebih besar dari yang dikelola provinsi. "Kita harapkan 2016 semakin bertambah. Jadi anggaran yang beredar di desa lebih besar dari yang dikelola provinsi," katanya.

Dedy menambahkan kegiatan road show pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa bisa mendorong dan memberikan dampak yang bermanfaat dalam rangka peningkatan Efektivitas pembangunan desa di Jawa Barat. Selain itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dan memberikan bantuan serta hibah kepada desa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA