Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Solo

Ahad 18 Des 2016 18:12 WIB

Red: Esthi Maharani

Suasana penyegelan rumah terduga teroris / ilustrasi

Suasana penyegelan rumah terduga teroris / ilustrasi

Foto: Republika/Rizky Suryarandika

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Kampung Sewu, dan juga di Losari, RT 04 RW 02 Semanggi Serengan Solo, Ahad (18/12). Densus yang dibantu anggota Polres Kota Surakarta, pasukan Gegana Brimob melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris, Yasir (30) warga Jalan Progo RT 04 RW 02 Semanggi, Solo, sekitar pukul 15.15 WIB.

Polisi dalam penggeledahan di rumah Yasir tersebut menemukan empat buku paspor dan buku nikah yang dibungkus dengan kantong kertas warna cokelat dibawa oleh tim Inafis dan dimasukkan ke dalam mobil Laboratorium Forensik Polresta Surakarta.

"Polisi menggeledah rumah Yasir itu, dan dia ditangkap pada Minggu pagi, saat hendak pergi ke mesjid di kampung setempat," kata Ayup salah satu keluarga Yasir.

Polisi dalam penggeledahan rumah terduga teroris sebelumnya, Tri Setiyoko warga Kampung Sewu RT 01 RW 07 Kecamatan Jebres Solo, dan kini dilanjutkan ke rumah Yasir di Losari. Namun, polisi belum menemukan benda-benda yang dapat dijadikan sebagai barang bukti bahan untuk merakit bom.

Polisi dalam penggeledahan di dua tempat berbeda tersebut berhasil menemukan cairan zat kimia berwarna kuning dua jerigen, tas rangsel, pipa paralon, telepon genggam, empat paspor, buku nikah. Namun, polisi belum memberikan keterangan secara resmi terkait penangkapan kedua terduga teroris di Solo tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi di lokasi penggeledahan, pihaknya hanya membantu Densus 88 dalam pengamanan di lokasi wilayah Solo. Namun, kata Agus Puryadi, kedua terduga teroris T dan Y yang ditangkap pada Ahad pagi oleh Densus 88, kemudian ditindaklanjuti kegiatan penggeledahan.

"Kami tidak bisa menjelaskan soal kedua orang yang ditangkap itu, karena kewenangan Densus. Yang jelas kedua orang ini, ada hubungannya dengan penangkapan oleh Densus, di Purworejo, Jateng, Sabtu (17/12).

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA