Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Angka Kematian Ibu Tinggi di Indramayu

Rabu 21 Dec 2016 20:46 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Sebelum melahirkan wanita akan dihinggapi sejumlah ciri-ciri tertentu. Perhatikan betul agar ibu hamil tidak melahirkan di tempat yang tak seharusnya.

Sebelum melahirkan wanita akan dihinggapi sejumlah ciri-ciri tertentu. Perhatikan betul agar ibu hamil tidak melahirkan di tempat yang tak seharusnya.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Jumlah persalinan ibu hamil dan kematian ibu serta bayi di Kabupaten Indramayu, tinggi. Pemkab Indramayu pun telah mencanangkan gerakan untuk Selamatkan Ibu dan Bayi Indramayu (Si Bayu). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, sepanjang 2015, jumlah kematian ibu di Kabupaten Indramayu mencapai 57 kasus. Sedangkan  jumlah kematian bayi sebanyak 200 kasus.

Sementara sejak awal Januari hingga Juli 2016, jumlah kematian ibu telah mencapai 43 kasus. Sedangkan jumlah kasus kematian bayi mencapai 198 kasus. Untuk jumlah persalinan ibu hamil di Kabupaten Indramayu, sepanjang 2015-2016, mencapai sekitar 60 ribu persalinan.

Wakil Bupati Indramayu, Supendi menjelaskan, Si Bayu yang telah dicanangkan  merupakan kelanjutan dari program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Program tersebut telah dilaksanakan dengan pendampingan penuh di delapan Puskesmas PONED dan tiga rumah sakit. Yakni RS PMC, RSUD MA Sentot dan RSUD Indramayu.

"Selama 1,5 tahun program EMAS dilaksanakan, Indramayu telah mencapai standar kinerja klinis dan rujukan yang signifikan," kata Supendi, beberapa waktu lalu.

Supendi menyebutkan, rata-rata kinerja klinis rumah sakit meningkat dari sebelumnya yang hanya 22 persen pada 2015 menjadi 65 persen pada 2016. Demikian pula dengan rata-rata kinerja Puskesmas yang menunjukan peningkatan kinerja dari 14 persen menjadi 86 persen pada 2016 ini.

Supendi menambahkan, program EMAS dan Si Bayu dalam aplikasinya juga menyasar pada perbaikan kualitas rujukan pasien melalui penggunaan Sistem Informasi Rujukan Ibu dan Anak Indramayu (Si Irma Ayu). Sistem informasi itu sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Indramayu, Anna Sophanah pada Mei 2015 lalu.

Untuk terus menekan kematian ibu dan bayi, Pemkab Indramayu juga telah membentuk Forum Masyarakat Madani Dharma Ibu dan Bayi (FMM DHIBA) pada Juni 2015. Forum tersebut merupakan gabungan dari 15 organisasi kemasyarakatan yang tersebar di delapan kecamatan dan 62 desa. "Forum ini bertugas mengedukasi ibu hamil di lingkungannya," kata Supendi. Sejak awal dibentuknya, tercatat sudah ada 1.878 ibu hamil berisiko tinggi telah didampingi oleh anggota forum tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA