Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Kematian Ibu Melahirkan di DIY Meningkat

Rabu 28 Dec 2016 15:56 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Winda Destiana Putri

Ibu Hamil (Ilustrasi)

Ibu Hamil (Ilustrasi)

Foto: naturalhealthnews

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus kematian maternal (ibu melahirkan) di DIY selama 2016 lebih tinggi dibandingkan 2015. Sampai November 2016, kasus kematian maternal sudah mencapai 38 kasus, sedangkan selama 2015 hanya 29 kasus.

Sekitar 45 persen penyebab langsung dan 55 persen penyebab tidak langsung. Hal itu dikatakan Pengelola Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan DIY Sutarti pada acara Diskusi Publik Update 'Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Yogyakarta' di Gedung Radyo Suyoso, Kepatihan Yogyakarta, Rabu (28/12).

Dia menjelaskan penyebab langsung adalah perdarahan, preeklamsia, dan infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsung antara lain jantung tuberculosis, pneumonia dan syok. Sebanyak 38 kematian maternal terjadi di rumah sakit.

Menurut Sutarti, masih diteliti penyebab kematiannya apakah karena terlambat dalam mengambil keputusan untuk dibawa ke rumah sakit atau terlambat mendapat pertolongan di fasilitas kesehatan.

Sementara itu Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UGM Detty Siti Nurdiati mengatakan penyebab kematian ibu melahirkan sudah berubah polanya. Sepuluh tahun lalu yang menduduki urutan pertama penyebab kematian ibu adalah infeksi, kemudian perdarahan dan preeklamsia, kemudian baru hipertensi. "Sekarang polanya berubah, hipertensi yang menjadi penyebab utama, kemudian infeksi, baru perdarahan atau preeklamsia," ungkap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan kalau dilihat kasus kematian ibu di kota Yogyakarta tahun 2014 hanya dua kasus, sedangkan tahun 2015 menjadi 5 kasus. Hal itu karena Tuberkulosis, kanker dan jantung. "Artinya ibu sudah diketahui mempunyai risiko tinggi dan seharusnya tidak boleh hamil dan ditangani dulu sampai baik, baru boleh hamil. Tetapi sudah terlambat," tuturnya.

Di bagian lain, Detty mengungkapkan, dari hasil  survei menunjukkan bahwa cakupan pelayanan kesehatan maternal membaik. Tetapi kenapa Angka Kematian Ibu di Indonesia hanya sedikit menurun. Dari Survei Kesheatan Dasar Indonesia (SDKI) yang dilakukan di tahun 2014  dan diumumkan di tahun 2015 Angka Kematian Ibu 305 per 100 ribu kelahiran. Sedangkan sebelumnya 359 per 100 ribu kelahiran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA