Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Kominfo Segera Deklarasikan Masyarakat Anti-Hoax

Jumat 06 Jan 2017 15:09 WIB

Red: Esthi Maharani

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberi keterangan pers di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (15/3).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberi keterangan pers di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (15/3).

Foto: Antara/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID,BATU -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam waktu dekat ini segera menggelar Deklarasi Masyarakat Anti-Hoax dan Fitnah yang dipusatkan di kawasan Car Free Day di Jakarta, Ahad 8/1).

"Hari Minggu nanti kita akan deklarasikan itu dengan harapan masyarakat bisa lebih selektif dan lebih cerdas dalam memilih konten, mana yang hoax dan mana tidak," kata Menteri Kominfo Rudiantara, Jumat (6/1).

Selain di deklarasikan di Jakarta bersamaan dengan kegiatan Car Free Day, kata Rudiantara, ada lima kota lainnya yang juga akan mendeklarasikan program yang sama, yakni Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, dan Wonosobo.

"Gagasan deklarasi ini justru dari komunitas masyarakat, bukan dari kami (Kominfo)," ujarnya.

Gagasan Deklarasi Masyarakat Anti-Hoax dan Fitnah tersebut, muncul dari warga Yogyakarta, yakni Zenk Septiadi. Jika gagasan itu muncul dari daerah, akan merepresentasikan keinginan masyarakat secara luas.

"Oleh karenanya, kami bersama masyarakat akan terus mendorong berbagai komunitas untuk mengembangkan deklarasi ini," ujarnya.

Selain deklarasi, lanjutnya, Kominfo juga telah berkerja sama dengan berbagai media, terutama media-media yang baru muncul.

"Sebenarnya teknologi itu netral, namun fungsinya tergantung si pemakai (pengguna), bisa untuk tujuan positif dan membangun, bahkan bisa melukai orang banyak," paparnya.

Untuk mendorong teknologi ini menjadi positif, kata Rudi, pihaknya mulai beralih dan mengarahkannya dari hilir ke hulu, artinya dari hilir seperti mengobati orang sakit agar sehat dan dari hulu bisa membuat orang menjadi sehat dengan menempuh berbagai upaya.

Oleh karena itu, katanya, pada 2017 program-program Kemenkominfo banyak diwarnai aspek-aspek literasi. Sebab, konten-konten bermasalah itu muncul dari komunitas dan masyarakat sendiri.

Menurut dia, di lingkungan masyarakat pun juga bisa dinilai, mana orang-orang yang sengaja melemparkan isu-isu tidak benar dan ada kelompok masyarakat yang suka dengan konten-konten yang sehat dan membuat maju.

"Yang pasti kita akan terus mendorong masyarakat untuk menggunakan teknologi ini secara positif dan membangun, jangan kotori dengan konten-konten yang tidak sehat, hoax atau fitnah," katanya menegaskan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA