Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Dua Napi Kabur Diduga Masih di Nusakambangan

Jumat 27 Jan 2017 08:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Personel TNI AL melakukan patroli di sekitar perairan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis (28/7).

Personel TNI AL melakukan patroli di sekitar perairan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis (28/7).

Foto: Antara/Idhad Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Dua narapidana kasus narkotika yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu diduga masih berada di Pulau Nusakambangan. Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Yudho Hermanto berdasarkan informasi di lapangan.

"Berdasarkan informasi dari penderes gula kelapa yang tinggal di sekitar Pulau Nusakambangan pada Kamis (26/1) ada yang minta makan dan wajahnya mirip dengan salah satu napi yang kabur," katanya, saat memimpin pencarian dua napi yang kabur di sekitar Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/1).

Karena itu, kata dia, pihaknya kembali menyusuri hutan Pulau Nusakambangan dengan melibatkan 50 personel Samapta Bhayangkara, Reserse Kriminal, Intelijen, dan Pos Polisi Nusakambangan.

Selain itu, Polres Cilacap juga menerjunkan dua anjing pelacak dari Unit K9 untuk menyisir kemungkinan tempat persembunyian dua napi yang kabur itu.

Pencarian dimulai dari belakang Lapas Kelas II-A Besi, Nusakambangan, lokasi dua napi yang kabur terakhir terlihat.

Dua napi kasus narkotika atas nama M Husein (43) dan Syarjani Abdullah (40) diketahui kabur dari Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (21/1), sekitar pukul 14.00 WIB.

Dua napi yang baru dipindahkan dari Lapas Cirebon sekitar satu bulan itu, kabur dengan cara memanjat pagar di Pos 3 yang belum ada penjaganya.

Salah seorang napi kasus narkotika yang kabur itu, M Husein merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA