Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kasus Baru HIV di Sukabumi Didominasi Kalangan Gay

Senin 30 Jan 2017 17:47 WIB

Rep: Riga Iman/ Red: Winda Destiana Putri

 Petugas kesehatan menunjukan darah yang telah diambil untuk kemudian di tes HIV. (ilustrasi)

Petugas kesehatan menunjukan darah yang telah diambil untuk kemudian di tes HIV. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kasus hiv -AIDS baru di Kabupaten Sukabumi didominasi dari kalangan lelaki suka lelaki (LSL) atau gay dan ibu rumah tangga (IRT). Hal ini didasarkan data layanan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi.

"Di sepanjang 2016 lalu, jumlah kasus baru HIV berdasarkan layanan tercatat sebanyak 92 orang," ujar Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi Asep Suherman kepada Republika Senin (30/1). Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan 2015 lalu yang hanya sebanyak 80 kasus baru HIV.

Menurut Asep, kasus HIV baru tersebut sebagian berasal dari kalangan LSL dan IRT. Penyebaran HIV nya dilakukan melalui hubungan seks. Sementara sebagian kasus lainnya disebarkan melalui penggunaan narkoba suntik.

Untuk menghadapi penyebaran kasus HIV tersebut kata Asep, KPA telah melakukan sejumlah langkah. Di antaranya dengan membentuk sejumlah komunitas peduli AIDS seperi warga peduli AIDS, pelajar peduli AIDS, ustad peduli AIDS, media peduli AIDS, dan pekerja peduli AIDS.

KPA juga, kata Asep, melakukan kampanye pencegahan penyebaran HIV kepada komunitas nelayan pada akhir 2016 lalu. Kampanye ini terang dia sebagai salah satu upaya agar HIV tidak semakin menyebar.

Menurut Asep, pekerjaaan nelayan memang mengharuskan mereka melaut dalam waktu lama antara satu hingga dua bulan. Pada saat mendarat di suatu daerah dikhawatirkan melakukan perilaku yang berisiko terkena HIV-AIDS.

Kondisi ini berpotensi menyebarkan HIV kepada keluarga di rumah seperi anak dan istri. Asep menuturkan, KPA mempunyai tiga target dalam upaya penanganan HIV.

Ketiga hal itu yakni tidak ada lagi infeksi kasus baru HIV, tidak ada lagi stigma buruk kepada ODHA (orang dengan HIV AIDS -red), dan tidak ada lagi kematian akibat AIDS. Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, semua pihak harus membantu upaya kampanye pencegahan penyebaran HIV-AIDS. "Diperlukan komitmen dan sinergi antara pihak-pihak yang terkait," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA