Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Fahira: Mengapa Ahok-Djarot tak Kampanye Lanjutkan Reklamasi?

Selasa 21 Mar 2017 14:02 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Bilal Ramadhan

Foto udara proyek reklamasi Teluk Jakarta, Selasa (15/11).

Foto udara proyek reklamasi Teluk Jakarta, Selasa (15/11).

Foto: Antara/Dedhez Anggara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senator Jakarta Fahira Idris mengatakan, jika Ahok-Djarot sangat yakin dengan manfaat proyek reklamasi, seharusnya mereka kampanye untuk lanjutkan proyek tersebut.

(Baca: Fahira: Proyek Reklamasi Jakarta tak Sejahterakan Nelayan)

"Harusnya Ahok-Djarot kampanyekan lanjutkan reklamasi karena mereka sangat yakin reklamasi punya manfaat besar bahkan menguntungkan bagi Kota Jakarta dan warganya," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (21/3).

Akan tetapi, kata Fahira, jargon lanjutkan reklamasi tidak pernah muncul dalam kampanye kedua pasangan calon gubernur nomor urut dua tersebut. "Apalagi jadi program utama," katanya.

Dia menyakini, rahasia berbagai pelanggaran proyek reklamasi akan semakin terbuka jika Anies-Sandi terpilih menjadi gubernur DKI. Menurut Fahira, berbagai dalih seperti tidak ada pilihan selain melanjutkan reklamasi karena sudah diputuskan sejak masa orde baru adalah klaim yang tidak mendasar.

Klaim lainnya yang menyatakan reklamasi harus ada, demi tersedianya dana membangun tanggul di sepanjang pantai dan riset pembuatan giant sea wall. Terutama klaim yang menyatakan bahwa dengan proyek reklamasi dana untuk menata kampung nelayan akan tersedia, adalah klaim yang tidak mengada-ada dan sangat mudah dipatahkan.

Selain itu, kata dia, pembuatan tanggul yang jadi salah satu bagian NCICD (National Capital Integrated Coastal Development/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau yang lebih dikenal dengan nama Tanggul Laut Raksasa) fase A tidak ada hubungannya dengan reklamasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA