Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Kemensos Gandeng Tahir Foundation Bangun Pusat Riset Anak Jalanan

Selasa 21 Mar 2017 16:09 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Sosial bekerja sama dengan Yayasan Tahir Foundation akan membangun pusat riset untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial. Hal ini sesuai komitmen Yayasan Tahir Foundation untuk menuntaskan anak jalanan di Indonesia.

"Sebetulnya kita punya program akhir 2017 Indonesia bebas anak jalanan, kita juga melihat ada risiko tambahan anak-anak jalanan mengalami eksploitasi seksual," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Senin (21/3).

Tak hanya itu, Indonesia juga dikagetkan dengan sejumlah anak-anak yang hilang dan terindikasi bahwa organ-organ tubuh mereka diperjualbelikan. Khofifah mengatakan, pendirian pusat riset ini merupakan mimpinya yang kini akan segera diwujudkan. Pada 1999 dan 2000, Khofifah berkunjung ke Pusat Riset Anak-Anak di Beijing, Cina.

Menurutnya, Pemerintah Cina sudah memberikan solusi yang final untuk mengurangi dan memberikan pembinaan kepada anak-anak jalanan. Dalam pusat riset tersebut, anak-anak yang di jalan diberikan berbagai macam penguatan mulai dari aktivitas olah raga, keterampilan, dan sekolah. "Menurut saya kalau ini bisa kita siapkan di Indonesia maka kita bisa memberikan harapan pada anak-anak Indonesia," kata Khofifah.

Sebagai tahap awal pusat riset tersebut akan dibangun di Jakarta, tepatnya di belakang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Apabila ini bisa berjalan dengan baik, maka ke depannya bisa juga diterapkan di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, dan Makassar. Dengan adanya pusat riset tersebut, maka anak-anak jalanan mendapatkan tempat perlindungan yang aman, nyaman, dan memberikan harapan hidup untuk lebih baik lagi.  

Sementara itu, Yayasan Tahir Foundation telah menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar sebagai tahap awal untuk pembangunan pusat riset tersebut. CEO Yayasan Tahir Foundation Dato Sri Tahir mengatakan, pusat riset ini diharapkan bisa bekerja dengan komprehensif dan mampu menyelesaikan masalah anak jalanan dengan tuntas.

Tahir menjelaskan, model pusat riset ini nanti di dalamnya ada sekolah vokasi yang memberikan pelatihan, dan pendidikan sampai tingkat sekolah menengah atas. Hal ini dilakukan agar anak-anak jalanan bisa betah, sehingga pusat riset tersebut tak hanya sekadar sebagai tempat untuk memberikan pelatihan tetapi juga tempat tinggal.

"Kita harapkan kalau model ini efektif, maka akan diperkenalkan ke semua provinsi sehingga anak jalanan bisa tuntas," ujar Tahir.

Menurut Tahir, anak jalanan ini merupakan permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Dalam waktu tiga bulan ke depan diharapkan pusat riset tersebut sudah mulai dibangun. Tahir mengatakan, program yang akan dibangun bersifat efektif, jangka panjang, dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA