Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Hotel-Hotel di Bali Diminta Hormati Nyepi

Selasa 21 Mar 2017 17:00 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Muhammad Hafil

Made Mangku Pastika

Made Mangku Pastika

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika meminta hotel-hotel yang beroperasi di Bali untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Umat Hindu Bali akan melaksanakan ibadah Nyepi pada 28 Maret mendatang.

"Saya harap pihak hotel bisa menyesuaikan diri. Nyepi itu hari raya yang sakral," katanya di Denpasar, Selasa (21/3).

Pastika menggarisbawahi hotel-hotel yang menjual paket Nyepi tanpa menyadari esensi Nyepi itu sendiri, misalnya hotel yang menjual paket hiburan selama Nyepi dengan memasang hingar bingar musik. Hotel hendaknya bisa menyesuaikan diri, misalnya menggunakan penerangan minimum dan menjaga ketenangan.

"Di hotel tidak boleh pesta. Hotel hendaknya juga minim lampu, minim suara, dan menginformasikan ini kepada tamunya supaya saling menghargai," katanya.

Mantan Kapolda Bali itu juga menyoroti adanya umat Hindu Bali yang justru merayakan Nyepi dengan cara berlibur di hotel. Nyepi hendaknya dihormati oleh umat Hindu itu sendiri.

Pecalang atau petugas keamanan desa adat akan menindak tegas, dengan memberi teguran langsung pada pihak hotel yang melanggar.  Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali akan mengawasi lebih ketat pelaksanaan Nyepi tahun ini.

PHDI sejak tiga tahun lalu sudah mengingatkan hotel-hotel supaya tidak menjual paket Nyepi. Manajemen hotel yang melanggar akan dipanggil.

"Kami punya mata-mata di setiap hotel yang akan mengirimkan informasi dan bukti foto," kata Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana.

Paket Nyepi disertai hiburan, kata Sudiana menodai Hari Raya Nyepi itu sendiri. Saat Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata, terdiri dari amati geni (tidak menghidupkan sumber cahaya), amati karya (tidak beraktivitas atau bekerja), amati lelungan (tidak bepergian keluar rumah), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Semua ini menjadi keharusan bagi umat Hindu untuk kesiapan batin menghadapi tantangan kehidupan pada tahun baru. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA