Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Polda Maluku Utara Antisipasi Jaringan Pedofil

Kamis 23 Mar 2017 16:12 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Akun Pedofil Masih Banyak

Akun Pedofil Masih Banyak

Foto: Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Polda Maluku Utara (Malut) menyatakan sejauh ini jaringan pedofil yang menawarkan anak-anak melalui media sosial seperti yang terjadi di Jakarta, belum ditemukan di wilayah hukum setempat. "Polda belum menemukan indikasi adanya jaringan pedofil di Malut. Begitu pula laporan adanya korban pedofil. Namun, tetap melakukan antisipasi," kata Kabid Humas Polda setempat, AKBP Hendry Badar, di Ternate, Kamis (23/3).

Upaya mengantisipasi yang dilakukan Polda Malut di antaranya meningkatkan pengamanan pada berbagai lokasi yang menjadi tempat permainan anak serta intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hendry mengatakan, para orang tua diharapkan berperan aktif dalam upaya mengantisipasi terjadinya kasus pedofil, terutama dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, baik di saat bermain maupun ke sekolah.

Para orang tua diminta tidak membiarkan begitu saja anak-anaknya pergi dan pulang sekolah sendiri, terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) serta tidak membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah hingga tengah malam. "Penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anak juga harus dilakukan orang tua secara baik, karena dengan pemahaman itu diharapkan anak-anak bisa membebaskan diri dari perbuatan menyimpang, termasuk ada kaitannya dengan pedofil," katanya.

Sedangkan, kalangan aktivis perlindungan anak di Malut meminta kepada para penegak hukum menerapkan hukuman berat kepada para pelaku pedofil yakni minimal 15 tahun dan hukuman mati bagi korbannya meninggal, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak yang baru. "Penerapan hukuman berat terhadap pelaku pedofil diharapkan dapat memberi efek jera sekaligus peringatan kepada siapa pun yang ingin melakukan tindakan itu," kata salah seorang aktivitas perlindungan perempuan dan anak, Nurdewa Safar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA