Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Aksi Menteri Susi Temui Nelayan Wakatobi Diapresiasi

Jumat 24 Mar 2017 08:58 WIB

Red: Angga Indrawan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Ketua DPRD Wakatobi, Sulawesi Tenggara Muhammad Ali mengapresiasi Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti yang menemui para nelayan Wakatobi di perkampungan nelayan Bajo, Wangiwangi Selatan, Kamis (23/3).

"Sebagai wakil rakyat, kami benar-benar sangat mengapresiasi Menteri Kelautan dan Perikanan yang menemui para nelayan dan berdialog dengan mereka," katanya, saat dihubungi dari Wangiwangi, Jumat (24/3).

Menurut dia, saat mengunjungi perkampungan nelayan Bajo di Wakatobi, Menteri Susi menjumpai beberapa warga yang sedang menderita sakit. Secara spontan, kata dia lagi, Menteri Susi langsung meminta anggota keluarga agar membawa keluarga yang sedang menderita sakit tersebut berobat ke rumah sakit, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Menteri Susi.

"Kami sudah banyak menerima kunjungan menteri di Wakatobi. Tapi baru kali ini ada menteri yang terjun langsung ke perkampungan nelayan dan memberikan bantuan langsung kepada nelayan," katanya.

Selain memberikan bantuan pengobatan kepada beberapa nelayan yang sedang sakit, Menteri Susi, kata Ali lagi, juga mengajak para nelayan Wakatobi untuk mengurus asuransi nelayan. Kepada para nelayan itu, Susi menjelaskan betapa besar manfaat dari asuransi bagi nelayan ketika mengalami kecelakaan saat melaut untuk menangkap ikan.

"Nelayan yang kecelakaan dan meninggal saat melakukan aktivitas menangkap ikan, akan mendapat santunan Rp200 juta, sedangkan yang mengalami cacat seumur hidup diberi santunan Rp 100 juta," kata Ali mengutip penjelasan Menteri Susi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA