Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Komnas PA Desak Gubernur Terpilih Wujudkan Jakarta Ramah Anak

Sabtu 22 Apr 2017 03:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait

Foto: Antara/ Ujang Zaelani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih kelak dapat mewujudkan Jakarta sebagai kota megapolitan yang ramah dan nyaman bagi anak.

"Komnas Anak sebagai lembaga representasi perlindungan anak di Indonesia mengharapkan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada masa depan harus mampu menunjukkan indikator keberhasilan yang dapat diukur dalam memberikan perlindungan anak," kata Arist dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/4).

Arist mengungkapkan di antara indikator keberhasilan tersebut adalah hak sipil anak untuk mendapatkan akta lahir, berkurangnya jumlah anak jalanan yang terpaksa hidup dan bekerja di jalanan, serta terbebasnya anak dari penggunaan dan sebagai kurir narkoba. Ia juga mengharapkan berkurangnya anak putus sekolah, terlindunginya anak yang hidup di daerah kumuh, dan terlindunginya anak berkebutuhan khusus.

Arist mengingatkan DKI Jakarta sejak Juli 2015 telah dinyatakan sebagai Kota Layak Anak (KLA) oleh Presiden Joko Widodo. Komnas Anak akan terus melakukan desakan dan pengawalan agar janji-janji politik dan komitmen untuk melindungi anak di masa kampanye dan dalam debat diimplementasikan dengan baik. 

"Komitmen ini sejalan dengan dengan amanah internasional yang tertuang dalam traktat Konvensi PBB tentang hak anak dan konvensi hak-hak sipil, politik, hukum, sosial dan budaya, dan sejalan juga dengan ketentuan nilai-nilai yang diatur dalam Konstitusi Dasar Republik Indonesia," tuturnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA