Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Polres Mataram Bekuk Seorang Mucikari Perdagangan Perempuan

Jumat 28 Apr 2017 07:09 WIB

Red: Hazliansyah

Garis polisi.   (ilustrasi)

Garis polisi. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap RL (44), seorang warga yang diduga berperan sebagai mucikari perdagangan perempuan.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad kepada wartawan di Mataram, Kamis, mengatakan, RL ditangkap pada Kamis (27/4), sekitar pukul 01.00 Wita, di salah satu hotel kelas melati yang ada di wilayah hukum setempat.

"Yang bersangkutan kami tangkap berdasarkan keterangan seorang perempuan yang menjadi korban perdagangan pelaku," kata Muhammad.

Korban yang dimaksud berinisial SP (29). Yang bersangkutan diamankan saat sedang berduaan dengan seorang pria yang diduga sebagai pelanggannya. Keduanya terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang diselenggarakan Polres Mataram mulai Rabu (26/4) malam.

"SP ditangkap saat anggota menemukannya sedang berduaan di dalam kamar hotel," ujarnya.

Berangkat dari pengakuan SP, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan malam itu juga berhasil menangkap RL saat hendak menjemput SP di hotel tersebut.

Dari hasil penggeledahan, petugas kepolisian mengamankan satu kotak alat kontrasepsi (kondom), dan uang tunai Rp 350 ribu yang diduga sebagai keuntungan dari kegiatan prostitusi tersebut.

Lebih lanjut, RL beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Mataram.

Sementara ini, RL mengaku bahwa korban dijualnya kepada pria "hidung belang" dengan harga Rp 500 ribu. Dalam setiap kali transaksi dengan pelanggannya, RL mendapat keuntungan Rp 100 ribu.

Karena itu, RL disangkakan terhadap Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 21/2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA