Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Mulai Rusak, Karangan Bunga Ahok Diangkut Puluhan Truk ke Bantargebang

Rabu 03 Mei 2017 18:28 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Teguh Firmansyah

Tumpukan karangan bunga yang sudah rusak di Balai Kota.

Tumpukan karangan bunga yang sudah rusak di Balai Kota.

Foto: Noer Qomariah Kusumawardhani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Dinas LH Pemprov DKI Jakarta) Isnawa Adji mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup membutuhkan sekitar 10 sampai 15 truk untuk mengangkut karangan bunga yang sudah rusak dari Balai Kota ke area Monumen Nasional.

Tujuannya, kata Isnawa, agar mudah untuk diangkat ke TPS Bantargebang. "Biasanya yang lama-lama sama kepala biro umum dipindahin ke sekeliling Monas. Kalau masih baru-baru hari ini ditaruh di Balai Kota. Kalau kena hujan, bolong, bunganya diambilin, kita angkat pakai truk dinas LH, kita taruh di area monas. Kerangka-kerangkanya," ujar Isnawa, Rabu (3/5).

Menurut Isnawa, truk-truk tersebut beroperasi hingga malam. Kendaraan menggunakan truk milik Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.  Selain itu, Isnawa mengungkapkan karangan bunga yang sudah mulai membusuk dapat digunakan untuk kompos.

"Kalau kondisinya udah enggak memungkinkan langsung diangkat dengan sterofoamnya," katanya.

Informasi terakhir, Isnawa mengatakan, karangan bunga sudah mulai ada yang dibawa ke TPS Bantargebang.  "Ada 20-an truk yang mulai angkutin ke Bantar Gebang. Mulai dari hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan karangan bunga sudah ditumpuk di TPS Monumen Nasional (TPS Monas). Sebab, karangan bunga tersebut banyak yang rusak terkena hujan dan membusuk.

"(Kemudian) Pak Gubernur minta (karangan bunga) dibuang ke Bantargebang supaya tidak menggangu kawasan Monas," ujar Ali.

Karangan bunga ini akan mengalami daur ulang di TPS Bantargebang. "Di Bantargebang ada pengolahan kompos. Banyak pemulung juga," katanya.

Baca juga, Setelah Hujan Karangan Bunga, Ratusan Warga Penuhi Balai Kota.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA