Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Kapolda Metro: Terima Kasih Aksi 55 Berjalan Aman dan Tertib

Jumat 05 May 2017 17:24 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan memastikan aksi Simpatik 55 berjalan aman, lancar dan damai. Untuk itu, Kapolda mengucapkan terima kasih pada segenap massa aksi yang telah melakukan aksinya sesuai koridor hukum.

Iriawan pun mengapresiasi puluhan ribu masa yang ikut aksi tersebut karena memenuhi janji mereka. Janjinya yaitu massa akan menjalankan aksi dan bubar setelah aksi juga dengan tertib.

"Semua lancar, terima kasih kami ucapkan sehingga situasi hari ini lancar," ujar mantan Kapolda Jabar itu di Gambir Jakarta Pusat, Jumat (5/5).

Iriawan juga menyampaikan terima kasihnya lantaran massa Aksi Simpatik 55 telah memenuhi komitmen. Komitmen itu yakni akan membubarkan diri usai perwakilan mereka diterima pihak Mahkamah Agung (MA). Setelah perwakilan massa dipertemukan dengan MA, Iriawan pun mengapresiasi massa membubarkan diri dengan baik dan tertib.

"Sesuai komitmen, massa tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Tujuannya ingin bertemu pejabat Mahkamah Agung dan itu sudah dilakukan," kata Iriawan.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengadakan aksi bertajuk Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim. Aksi itu dilakukan untuk menjaga independensi hakim dalam peradilan gubernur pejawat Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang penodaan agama. Massa aksi pun menemui perwakilan MA dan menyampaikan aspirasinya. Usai aksi tersebut, massa pun berangsur membubarkan diri.

Meski demikian Iriawan juga berharap agar massa tidak melakukan aksi lagi. Iriawan menilai semua aspirasi telah disampaikan sehingga massa cukup menunggu dan mengawal keputusan sidang nantinya.

"Saya pikir yang ini sudah disampaikan aspirasinya, saya menghimbau nggak usah lagi, kita tunggu saja sidang putusan Ahok," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA