Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Cholil Nafis: Vonis Ahok Mengobati Perasaan Masyarakat

Selasa 09 May 2017 13:54 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Ilham

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama berbincang dengan kuasa hukumnya usai mendengarkan vonis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). Dalam sidang tersebut, Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama berbincang dengan kuasa hukumnya usai mendengarkan vonis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). Dalam sidang tersebut, Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara

Foto: Raisan Al Farisi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis mengatakan, putusan sidang kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengobati perasaan luka masyarakat, khususnya umat Islam. Putusan sidang penistaan agama menetapkan vonis hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa Ahok.

"Saya pikir dapat mengobati perasaan masyarakat dan sedikit memenuhi rasa keadilan," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (9/5).

Cholil mengatakan, putusan tersebut menjadi bagian yang ditunggu-tunggu masyarakat setelah perjalanan panjang persidangan penistaan agama berlangsung. "Meskipun banyak masyarakat yang berharap vonisnya lebih berat," jelasnya.

Cholil menambahkan, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok menjadi pelajaran bersama agar tidak mudah mengucapkan ucapan yang bisa menyulut konflik. "Hal ini untuk menjadi pelajaran kita bersama agar menjaga lidah dan menghargai perasaan orang yang memeluk agama lain," katanya.








BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA