Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Satgas Pangan Madiun Waspadai Penimbunan Sembako

Jumat 19 May 2017 15:44 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sembako di Pasar Tradisional (ilustrasi)

Sembako di Pasar Tradisional (ilustrasi)

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Madiun, Jawa Timur, mewaspadai penimbunan sembilan bahan pokok ( sembako ) oleh oknum tidak bertanggung jawab di wilayah kerjanya yang rawan terjadi menjelang bulan puasa dan Lebaran 2017.

"Tentunya kami terus dan intensif melakukan razia di tempat-tempat atau gudang penyimpanan. Kami juga akan mencari informasi sumber-sumber pangan atau sembilan bahan pokok yang berpotensi naik," kata Kapolres Madiun Kota AKBP Sonny Mahar Budi di Madiun, Jumat (19/5).

Selain mewaspadai penimbunan, pihaknya yang bekerja sama dengan tim satgas pangan lainnya dari Dinas Perdagangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun akan intensif melakukan pemantauan harga bahan pokok yang cenderung naik menjelang Lebaran seiring dengan tingginya permintaan.

Menurut dia, kewaspadaan akan penimbunan bahan pangan dan pemantauan harga tersebut merupakan instruksi Kapolri melalui kapolda yang ditindaklanjuti di masing-masing polres untuk melakukan peninjauan jalur distribusi bahan pokok. "Ulah oknum tidak bertanggung jawab yang ingin menimbun bahan pangan guna mencari keuntungan pribadi dapat dicegah," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas oknum tidak bertanggung jawab yang kedapatan menimbun sembako hingga berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga dari komoditas tertentu.

Adapun sejumlah bahan pokok yang fokus dipantau oleh tim satgas pangan, di antaranya komoditas beras, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Berdasarkan pantauannya di sejumlah pasar tradisional Kota Madiun, kenaikan harga paling signifikan terjadi untuk komoditas bawang putih selama hampir 2 pekan terakhir.

Sebelumnya, di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu/kg untuk jenis bawang putih kating dan Rp 50 ribu/kg untuk jenis bawang putih biasa, sedangkan komoditas lain juga terpantau ada kenaikan harga.

Namun, tidak sedrastis bawang putih. Kapolres juga meminta masyarakat untuk ikut aktif melaporkan kepada tim satgas pangan jika ada praktik penimbunan pangan yang dilakukan tengkulak ataupun distributor di wilayahnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bersama sejumlah menteri membentuk Satuan Tugas Pangan untuk menstabilkan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1438 Hijriah. Koordinasi antarlembaga dan pembentukan satgas tersebut merupakan perwujudan dari perintah Presiden RI Joko Widodo yang meminta sejumlah menterinya agar menstabilkan harga sembako.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA