Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

RS Permata Depok Berhasil Laksanakan Program Bayi Tabung

Rabu 07 Jun 2017 18:42 WIB

Rep: dessy susilawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Bayi tabung (ilustrasi)

Bayi tabung (ilustrasi)

Foto: Foto : Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebahagiaan menyelimuti hati pasangan Elfa Supiani dan Eko Sarwono. Mereka baru saja dikarunia seorang putri cantik pada Ahad, (5/6) lalu. Bayi mungil ini lahir melalui persalinan  normal dengan berat 2,7 kilogram.

Keinginan yang kuat untuk memiliki anak membuat pasangan ini memutuskan untuk menjalani program Bayi Tabung di RS Permata depok. Dan alhamdulillah program tersebut membuahkan hasil. Itu merupakan salah satu prestasi yang dicapai oleh Klinik SMART IVF Rumah Sakit Permata Depok. Mereka telah berhasil dan sukses membantu pasangan suami istri tersebut dalam mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung.

Manajer Pelayanan dan Penunjang Medis RS Permata Depok, dr Syanti Ayu Anggraini, MPH, menjelaskan bayi tabung (in-vitro fertilization- IVF) merupakan salah satu jenis dari reproduksi yang dapat menjadi harapan bagi pasangan dengan masalah kesuburan (infertilitas) untuk mendapatkan keturunan.

"Bayi tabung itu proses pertemuan sperma dan seltelur yang dikembangkan di dalam cawan dan di masukan kembali ke rahim ibu ketika sudah jadi embrio, semua orang bisa melakukan bayi tabung. Proses bayi tabung kurang lebih 30 hari (1 siklus)," kata dia, saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (7/6).

Program bayi tabung di klinik SMART IVF telah dirancang sejak 2015. Mereka mulai dengan mengadakan acara seminar awam dengan topic “Cara Sehat dan Cepat Memiliki Anak” pada 6 Desember 2015. Sejak saat itu mulai ada pasien-pasien yang berkonsultasi mengenai kesulitannya mendapatkan keturunan.

Hingga saat ini sudah sekitar 200 pasien yang berkonsultasi. Sebagian besar cukup dengan terapi obat atau vitamin, ada sebagian yang perlu dibantu dengan inseminasi dan hanya sebagian kecil yang menjalani program bayi tabung. Tingkat keberhasilan sekitar 30 persen.

Metode yang digunakan adalah SIMPLE but SMART. Secara garis besar yang dimaksud dengan simple but smart adalah langsung menilai kondisi kesiapan pasien dengan USG transvaginal untuk memastikan pasien memiliki sel telur. Hal itu dilakukan pada pertemuan awal sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya yang pada metode lain dilakukan diawal.  Melalui klinik SMART IVF rumah sakit permata depok, pasangan yang memiliki gangguan kesuburan dapat menjalani program kehamilan dengan biaya terjangkau Rp 39 juta (1 siklus).

Apa saja syarat keberhasilan program bayi tabung? Menurutnya, syarat keberhasilan program bayi tabung adalah tingkat kepercayaan kepada Tuhan (tingkat tawakal) dan kepada diri sendiri. Persentase keberhasilan 30 persen untuk bayi tabung.

"Yang membuat gagal antara lain respons tubuh dan kegagalan menempelnya embrio pada rahim (hal yang tidak dapat kita kendalikan/kuasa Yang Diatas)," ujarnya.

Program bayi tabung ini diselenggarakan para ahlinya. Dokter yang terlibat dalam program ini adalah dokter spesialis obgyn konsultan fertilitas, dokter spesialis obgyn yang telah mengikuti pelatihan fertilitas, dokter ahli andrologi, dokter ahli embriologi, dokter spesialis gizi klinik, dokter spesialis urologi, dan dokter spesialis radiologi.

Saat program bayi tabung berlangsung pasien diwajibkan untuk rileks, berpikiran positif dan makan makanan yang seimbang. Tidak ada pantangan makanan. "Banyak berdoa dan selalu berpikir positif, serta menghindari stres," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA