Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Konsep Pelayaran Perintis Selatan Jawa Segera Diluncurkan

Selasa 04 Jul 2017 18:57 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Kapal Super Shuttle Roro 12 berlayar dalam peluncuran pelayaran perdana rute laut Roll-on Roll-off (Ro-Ro) Davao/General Santos-Bitung, Pelabuhan Kudos Davao, Filipina, Minggu (30/4).

Kapal Super Shuttle Roro 12 berlayar dalam peluncuran pelayaran perdana rute laut Roll-on Roll-off (Ro-Ro) Davao/General Santos-Bitung, Pelabuhan Kudos Davao, Filipina, Minggu (30/4).

Foto: Antara/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Konsep pelayaran perintis di sisi selatan Pulau Jawa bakal segera diluncurkan. Rencananya, konsep pelayaran perintis bakal diluncurkan saat Rakornas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pekan ketiga bulan ini. Pelayaran perintis selatan Jawa akan mengkoneksikan pelabuhan-pelabuhan mulai dari Pangandaran, Cilacap, Trenggalek, Banyuwangi, hingga Pelabuhan Lembar di Lombok.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengatakan, semula konsep pelayaran perintis hanya melibatkan lima stakeholder yakni, pemerintah kabupaten terkait, Universitas Indonesia, PT Pelni, Kemenko dan Bidang Maritim. Kini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perhubungan Laut juga mendukung konsep tersebut.

"Mereka (Kemenhub) sudah benar-benar menyambut baik ide pengembangan pelayaran perintis di selatan Jawa. Setelah ini momen Rakornas Apkasi akan digunakan untuk me-launching ide ini bersama para bupati terkait. Ya mungkin kami akan bikin semacam kesepakatan bersama yang difasilitasi Kemenko Maritim dan Kemenhub," kata dia kepada wartawan di sela-sela acara Halal bi Halal di Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan No 110 Surabaya, Selasa (4/7).

Menurutnya, melalui pelayaran perintis akan dibangun sinergi di sisi selatan mulai dari Pangandaran yang memiliki Pelabuhan Ratu, hingga Pelabuhan Tanjungwangi di Banyuwangi. Konsepnya, Pemerintah akan mengoperasikan pelayaran perintis untuk memulai adanya arus barang yang tidak melalui jalur darat tetapi kombinasi darat dan jalur laut. Atau disebut short sea shiping.

"Jadi itu nanti Cilacap, Pangandaran akan terkoneksi ke Trenggalek hingga Banyuwangi. Sehingga jalan di selatan yang belum terkoneksi dan medannya bergunung-gunung itu nanti saling terkoneksi," terangnya.

Ia juga menilai, adanya pelayaran perintis di sisi selatan Jawa menjadi prasyarat Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sehingga wajah Samudera Hindia lebih kuat.  

Di samping itu, nantinya para bupati terkait yang memiliki wilayah di pesisir selatan diminta memiliki komitmen untuk mendorong utilisasi dari pelayaran perintis. "Harus ada arus barang yang kita dorong supaya kapal mulai ngangkut. Habis itu orang mulai lihat untuk menggunakan jalur laut untuk mengirim barang," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Emil, yang paling siap dikoneksikan yakni pelayaran dari Pelabuhan Prigi di Trenggalek dengan Pelabugan Tanjungwangi di Banyuwangi. Tapi nantinya juga akan dilihat agar pelayaran perintis bisa mengkoneksikan dari Jatim sampai Lampung. Namun, ide pelayaran perintis waktu tempuh tidak bisa terlalu lama maksimal tujuh hari. Sebab, jika terlalu lama dikhawatirkan tidak menarik lagi bagi para pengirim barang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA