Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

PKS: Kejelasan Kepemimpinan DPR Genting dan Mendesak

Rabu 19 Jul 2017 14:11 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Bilal Ramadhan

Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring

Foto: Republika/Agung Supri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring mengatakan saat ini kejelasan kepemimpinan dalam lembaga legislatif genting dan mendesak. Hal tersebut setelah ditetapkannya ketua DPR-RI, Setya Novanto sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan KTP-elektonik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Menurut saya ini yang genting, DPR ini harus ada posisi yang jelas, menurut saya harus segera, fraksi-fraksi harus berkumpul, pimpinan-pimpinan DPR harus berkumpul untuk menyelesaikan hal ini," kata dia saat ditemui di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Rabu (19/7).

Tifatul mengatakan, Kepemimpinan di DPR-RI tidak boleh sampai kosong. Walaupun pimpinan DPR bersifat kolegial, akan tetapi, Tifatul menilai ketua DPR-RI juga menjadi simbol dari Badan Legislatif.

"Dengan ditetapkannya pak Setya Novanto ini mencoreng DPR dalam tanda kutip. Jadi menurut saya juga harus diklarifikasi, dan juga kepemimpinan DPR di masyarakat (Jadi rusak)," jelas dia.

Tifatul tidak membantah akan selalu ada oknum dalam kubu DPR-RI yang melakukan tindak pidana. Namun, kata dia, masyarakat jangan sampai memberikan penilaian sama rata kepada seluruh anggota dewan.

Mantan Menteri Kominikasi dan Informatika tersebut menilai, saat ini defitinif ketua DPR yang berstatus tersangka harus segera diputuskan statusnya agar tidak menjadi suatu pertanyaan di publik.

"Menurut saya perlu diputuskan segera. Diputuskan itu tentu mekanismenya itu bagaimana? Kalau orang jadi tersangka ini diganti atau tidak, kita akan periksa lagi itu mengenai aturan dan mekanisme mengenai UU MD3," tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA