Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Padang Luncurkan Sekolah Cerdas Bencana

Senin 31 Jul 2017 19:14 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memberikan arahan kepada 300 kepala sekola SD dan SMP di Padang dalam peluncuran Sekolah Cerdas Bencana, Senin (31/7).

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memberikan arahan kepada 300 kepala sekola SD dan SMP di Padang dalam peluncuran Sekolah Cerdas Bencana, Senin (31/7).

Foto: Dok Humas Pemkot Padang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, menyadari bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam harus menyasar seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali, warga usia sekolah yang juga tak lepas dari kerentanan bencana alam.

Dari segi geografis atau topologi, Kota Padang menjadi salah satu kota di Indonesia yang paling rawan bencana. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, penanganan mitigasi bencana harus dilakukan secara intens, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman bencana.

Salah satu caranya, Pemko Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meluncurkan program Sekolah Cerdas Bencana. Program ini melibatkan 300 lebih kepala sekolah sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kota Padang.

Mahyeldi mengatakan, Padang dikenal sebagai kota istimewa. Alasannya, kondisi geografisnya serta potensi keindahan alamnya yang mempesona bersanding dengan topografinya berupa pantai dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ombaknya cukup tinggi. Selain itu, risiko bencana lain yang bisa mengadang setiap saat adalah gempa bumi dan tsunami. "Maka itu kita menginginkan, di samping masyarakat, warga sekolah di Kota Padang harus cerdas dalam mitigasi bencana. Salah satunya melalui program Sekolah Cerdas Bencana ini," kata Mahyeldi.

Dia juga menargetkan Padang bisa menjadi percontohan bagi negara-negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia atau Indian Ocean Rim Association (IORA) dalam  penanggulangan bencana. Mahyeldi berharap Padang bisa mengambil peran sebagai pionir program mitigasi bencana di antara negara-negara Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Timur.

"Kami telah merencanakan untuk bersinergi dengan beberapa negara antara lain Jepang, Selandia Baru, dan Cina. Semoga dengan itu, kelebihan-kelebihan yang dimiliki beberapa negara tersebut dalam mitigasi bencana dapat kita ambil dan terapkan," kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edi Hasymi, mengatakan Sekolah Cerdas Bencana merupakan salah satu program upaya membangun budaya kesiapsiagaan khususnya warga sekolah terhadap bencana. Baik sebelum, sewaktu, maupun pascaterjadinya bencana.

"Melalui program ini diharapkan semua warga sekolah akan cerdas menyikapi bencana sehingga tidak lagi panik karena sudah mengikuti dan melaksanakan langkah-langkah penyelamatan sesuai aturan-aturan ilmu yang diberikan, jelasnya.

Edi mengatakan, program Sekolah Cerdas Bencana bakal diterapkan ke semua sekolah di Padang baik negeri ataupun swasta. Pihaknya hanya memfokuskan kepada SD dan SMP karena untuk SMA sudah berada di naungan pemerintah provinsi. Dia mengajak publik berkaca pada gempa bumi yang terjadi di Padang 2009 lalu. "Karena tidak memiliki ilmu dan wawasan kebencanaan, sebagian masyarakat ada yang bergerak dan menyelamatkan diri sesuai kehendak masing-masing," ujarnya. Tak ayal, musibah itu merenggut banyak korban.

Sekolah Cerdas Bencana tersebut nantinya diharapkan bisa membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana. Edi juga mendorong seluruh kepala sekolah yang terlibat untuk bisa meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah. Di samping itu juga menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah. Sapto Andika Candra

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA