Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

'Media Bisa Jadi Industri Besar'

Selasa 15 Aug 2017 10:22 WIB

Rep: karta raharja ucu/ Red: Dwi Murdaningsih

 Pengusaha sekaligus Pendiri Mahaka Group Erick Thohir(kanan)saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional di Jakarta, Senin (14/8).

Pengusaha sekaligus Pendiri Mahaka Group Erick Thohir(kanan)saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional di Jakarta, Senin (14/8).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Mahaka Group Erick Thohir mengungkapkan masa depan media massa selanjutnya bisa sangat menjanjikan. Erick melihat ada peluang yang bisa membuat setiap orang yang serius menjalankan bisnis tersebut bisa berhasil.

"Dengan hal itu makanya perjalanan bisnis media jadi industri besar dan sehat saat ini," kata Erick dalam Simposium Nasional yang digelar DPP Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Senin (14/8).

Erick berpendapat banyak orang yang mulai meningkat akan kebutuhan terhadap konten yang ada di media. Mulai dari film, berita, bahkan sampai olahraga yang mulai terus berkembang.

Menurutnya dukungan digitalisasi juga sangat mendukung pekermbangan bisnis media saat ini. "Sekarang dengan digitalisasi juga dengan perubahan, media bermetamoforsa jadi binsis yang baik," kata dia.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang juga menjadi pembicara dalam panel bersama Erick menilai usaha media massa memang berpotensi. "Ada pemerintah, pengusaha seperti Pak Erick, media, dan penduduk kita jadikan pancasila gotong royong menjadi roda pembangunan," ungkap Hendrar.

Persoalannya, kata Hendrar, banyak masyarakat yang masih apatis hingga saat ini. Untuk itu menurutnya peran pemerintah juga dibutuhkan agar kerja sama tersebut bisa berjalan baik.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Muhammad Syaeful Mujab yang juga menjadi pembicara dalam panel tersebut menuturkan peran generasi muda bisa mendukung itu semua. Terutama untuk berkomitmen membangun bangsa.

"Yang namanya membangun negara tidak hanya menonton pemerintah saja melakukan kebijakannya," tutur Syaeful. Menurutnya hal itu penting sebagai masyarakat untuk menjadi kontrol sosial bagi pemerintah dan pelaku bisnis yang berpengaruh.

Syaeful menilai generasi muda saat ini mulai memiliki kebwranian lebih untuk berpendapat dan mengetahui isu yang berkembang. Menurutnya hal itu tercemin dari maraknya generasi muda yang beropini melalui media sosial.

Jika bisnis media bisa menjadi sangat potensial untuk turut membangun bangsa, Syaeful mengatakan generasi muda bis amenjadi basis gerakan yang baik. "Masa depan Indonesia sangat ditentukan bagaimana mahasiswa Indonesia sekarang bergerak," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA