Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Jumlah Peserta BPJS Kesehatan di Malang Alami Peningkatan

Selasa 22 Aug 2017 15:53 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Petugas pemeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan (kanan) mewawancarai pekerja tenaga kesehatan saat monitoring kepatuhan pemberi kerja di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (14/3).

[ilustrasi] Petugas pemeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan (kanan) mewawancarai pekerja tenaga kesehatan saat monitoring kepatuhan pemberi kerja di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (14/3).

Foto: Antara/Rahmad

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Malang mengungkapkan, jumlah peserta di Malang Raya mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini apabila dilihat perubahan angka peserta dari 2014 sampai pertengahan 2017.

"Ada perkembangan peserta Jaminan Kesehatan Nasional -- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Malang Raya yang mencangkup Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hendry Wahjuni saat memberikan keterangan Capaian Kinerja BPJS Kesehatan Cabang Malang di Kota Malang, Selasa (22/8).

Menurut Hendry, jumlah penduduk Malang Raya pada 2014 sebanyak 3.575.668 dengan angka terproteksi BPJS Kesehatan sekitar 1.353.441 orang. Kemudian, pada 2015 terdapat 3.596.098 penduduk dengan peserta BPJS sebanyak 1.634.910. Selanjutnya terdapat 3.798.976 warga Malang Raya dengan 1.780.741 peserta BPJS. "Dan hingga semester satu pertengahan 2017 ada 3.819.927 penduduk dengan jumlah peserta terproteksi sebanyak 1.834.972 orang," tambah dia.

Hendry menilai, perkembangan peserta BPJS Kesehatan tidak terlepas dari bantuan sosialisasi yang dilakukan banyak pihak. Ditambah lagi dengan bertambahnya dengan jumlah fasilitas kesehatan di wilayahnya.

Sebagai informasi, dia melanjutkan, pihaknya telah bekerjasama demgan 203 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari 61 Puskesmas, 58 Dokter Perorangan, 27 Dokter Praktik Gigi Perorangan dan 43 Klinik Pertama. Selain itu juga bermitra dengan 63 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Pada aspek ini terdiri dari atas 39 rumah sakit (termasuo tiga klinik utama), 11 apotik dan 13 optik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA