Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

UMM Ajak Mahasiswa Tanamkan Nilai-Nilai Religius

Selasa 29 Aug 2017 14:36 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

 Kampus Universitas Muhammadiyah Malang

Kampus Universitas Muhammadiyah Malang

Foto: Republika/Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang ( umm ) memgajak para mahasiwanya untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan. Hal ini diungkapkan Rektor UMM Fauzan pada Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM saat menggelar Orasi Bhakti Bhinneka (OBB).

OBB merupakan konsep baru yang disuguhkan oleh panitia PESMABA tahun ini. Tujuannya, untuk menumbuhkan karakter inovatif, cerdas dan tanggap perubahan dengan menjunjung tinggi nilai-niai kebhinnekaan, terutama pada 1.315 mahasiswa baru FISIP kala itu.

Fauzan dalam sambutannya mengatakan, sikap bakti itu dinilai perlu agar mampu mengaktualisasikan diri dalam ranah kehidupan yang lebih luas. "Dan saya berharap saudara-saudara dalam berbakti harus dimulai dari nilai-nilai religius,” kata Fauzan dalam keteragan resmi yang diterima Republika.co.id.

Pada kesempatan sama, Penggagas Kampung Cempluk Redi mengajak ribuan mahasiswa baru merajut kebhinnekaan guna Indonesia berkebudayaan melalui gotong royong. Menurutnya, gotong royong sudah mencakup semua yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, seperti perikemanusaiaan, rasa saling toleransi, rasa saling memiliki, dan lain-lain. Terlebih lagi, dia menganggap pemahaman hhinneka itu mudah untuk bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Redi menambahkan, Indonesia itu titik pusat peradaban, di mana Indonesia lahir karena adanya budaya. Untuk itu, sebagai masyarakat Indonesia sudah seharusnya berbesar hati dengan budaya yang ada. Sebagai kaum muda, seharusnya melawan imperialisme, kapitalisme dan kebodohan yang kemudian mengoyak sendi-sendi perekonomian. “Lawan kelompok yang memecah belah NKRI, karena NKRI adalah harga mati. Ketika tidak mampu untuk melawan kapitalisme, kita bisa menghargai Indonesia ini dengan cara mengapresiasi karya-karya anak bangsa,” kata dia.

Budayawan Djati Kusumo mewanti-wanti supaya mahasiswa baru FISIP UMM mampu menjadi cikal bakal agen perubahan terhadap kebudayaan di Indonesia. Oleh sebab itu, dia sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa baru FISIP terhadap kegiatan OBB ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA