Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

GMPG: Idrus Marham Sangat Berambisi Jadi Menteri

Ahad 03 Sep 2017 11:23 WIB

Rep: Kabul Astuti/ Red: Agus Yulianto

(dari kiri) Sejumlah perwakilan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ace Hasan Sadzily, Melki Lakalena, Andi Sinulingga, Ahmad Doli Kurnia, dan Sirajuddin Abdul Wahab (Ilustrasi)

(dari kiri) Sejumlah perwakilan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ace Hasan Sadzily, Melki Lakalena, Andi Sinulingga, Ahmad Doli Kurnia, dan Sirajuddin Abdul Wahab (Ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pentolan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Sirajuddin A Wahab menyebut, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sangat berambisi untuk menjadi menteri dalam pemerintahan kabinet Jokowi-JK. Hal ini berkaitan dengan berita pemecatan Ahmad Doli Kurnia dari keanggotaan Partai Golkar.

"Apa yang dilakukan Idrus Marham kemarin dalam menyampaikan berita pemecatan Saudara Ahmad Doli Kurnia menunjukkan dia seperti politisi yang tidak punya adab politik," kata Sirajuddin dalam keterangan tertulis, Ahad (3/9). Dia melihat, sikap Idrus Marham dalam tiga tahun terakhir ini sudah berubah sangat berlawanan.

Seperti diketahui, Idrus menyampaikan berita pemecatan sesaat setelah peluncuran bukunya yang bertajuk "Keutamaan Jokowi" di Gedung DPR RI, Rabu (30/9). Pada tahun 2014 silam, Idrus juga memecat Agung Laksono (AL) dan kawan-kawannya yang sebagian besar adalah pimpinan Kosgoro 1957. Alasannya, tutur Sirajuddin, karena saat itu Agung Laksono mendukung Jokowi-JK sebagai pasangan capres-cawapres.

Kini Idrus Marham memecat Doli dalam suasana memuja-muji Jokowi setinggi langit. Padahal, Sirajuddin mengungkapkan, dalam pilpres yang lalu, Idrus menjelek-jelekkan Jokowi dan malah memecat pendukungnya. Karena, saat itu Idrus sebagai tim sukses inti pasangan Prabowo-Hatta.

"Hal itu dia lakukan karena sangat berambisi untuk diangkat jadi Menteri dalam isu reshuffle kabinet akhir-akhir ini. Padahal, dulu dia juga pernah mengatakan ke publik, bahwa dia hanya akan mau jadi Menteri bila Presidennya adalah Aburizal Bakrie," ujar Sirajuddin.

Sirajuddin menambahkan, sikap Idrus Marham juga aneh dan kontradiktif dalam hal pemberantasan korupsi. Bicara tentang "Keutamaan Jokowi", Idrus mengatakan, salah satu keutamaan Jokowi adalah sangat tegas dan kuat dalam memberantas korupsi.

Hal itu dinilai tidak konsisten dengan sikap Idrus Marham yang saat ini berada di barisan terdepan membela Setya Novanto yang sudah resmi menjadi tersangka megaskandal korupsi e-KTP di Golkar.

Sirajuddin menegaskan, tampak dengan jelas ada ketidakkonsistenan dan kemunafikan antara pikiran, ucapan, dan tindakan Idrus Marham. Sekjen Golkar itu dianggapnya menghalalkan segala cara untuk hanya memenangkan kepentingan pribadi. "Golkar rusak citranya, merosot elektabilitasnya, dan dianggap bunker koruptor, Idrus tidak perduli dan merasa nyaman-nyaman saja," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari Sekjen Golkar menyangkut hal itu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA