Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Pejabat Dinkes Jakbar Gagal Temui Orang Tua Debora

Senin 11 Sep 2017 16:30 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Rumah mendiang Debora.

Rumah mendiang Debora.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Usai gagal menemui orang tua Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Jakarta Barat dan Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat enggan berkomentar. Petugas terlihat saling lempar kewenangan dalam menjawab pertanyaan wartawan.

"Jangan ke saya, bisa ke bapak yang di sana," Kata Kepala Puskesmas Kalideres dr. Darus Sahmedi seraya menunjuk ke salah satu pegawai Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Senin (11/9). Ditemani satu stafnya, Darus pun langsung pergi meninggalkan awak media saat enggan berkomentar.

Hal yang sama juga dilakukan salah satu petugas Dinas Kesehatan Jakarta Barat yang merasa tidak memiliki kewenangan menjawab. Tidak didapati informasi apa maksud kedatangan mereka ke rumah keluarga Debora di Jalan Jaung, Benda, Kota Tangerang.

Sementara itu, Direktur RS Mitra Keluarga Fransisca Dewi menuturkan sebelum menjalani perawatan di ruang PICU, pasien harus melakukan deposit biaya sebesar Rp 19 juta terlebih dahulu. "Sebelum masuk ke ruang PICU, memang harus ada komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keluarga pasien mengenai biaya perawatannya," tutur Fransisca, dikutip Antara, Senin (11/9).

Apabila tidak menyanggupi, dia mengungkapkan, maka pasien dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Seperti diketahui, Tiara Debora ada bayi dari pasangan Rudianto Simanjorang dengan Henny Silalahi. Bayi yang baru berusia empat bulan itu mengalami sesak napas pada 3 September 2017, kemudian dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Bayi tersebut kemudian mendapat penanganan di IGD. Setelah itu, dokter menyarankan agar Debora dirawat di ruang PICU. Lantaran tidak menyanggupi biaya perawatan untuk PICU, pihak keluarga pun mencoba mencari rujukan rumah sakit lain. Akan tetapi, belum sempat mendapatkan rujukan, Debora sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA