Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

RS Hanya Disanksi Teguran Tertulis, Ini Kata Keluarga Debora

Sabtu 16 Sep 2017 08:47 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan

Massa yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok melakukan aksi keprihatinan terhadap kasus kematian bayi Deborah di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jum'at (15/9).

Massa yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok melakukan aksi keprihatinan terhadap kasus kematian bayi Deborah di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jum'at (15/9).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Setelah dikeluarkannya surat keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) oleh Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek pada Rabu (13/9) lalu, pihak keluarga Tiara Debora Simanjorang memilih enggan bersuara ketika ditanya tanggapan mengenai sanksi teguran tertulis yang dijatuhkan untuk Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga tersebut.

"Kalau soal itu tanyakan sama pak Birgaldo saja lah, biar jelas," katanya enggan menjawab pertanyaan Republika.co.id, Jumat (15/9).

Jawaban yang sama juga diperoleh Republika.co.id saat mendatangi rumah keluarga Debora, di Benda, Kota Tangerang, Jumat (15/9) siang. Ditemui saat sedang duduk di depan rumahnya, ayah Debora, Rudiyanto Simanjorang tampak sedang bersantai mengenakan kaos kuning dan bercelana pendek.

"Tanyakan aja sama dia (Birgaldo) lah,kita mau rileks dulu lah kumpul-kumpul sama anak. Kalau untuk selanjutnya hubungi pak Birgaldo saja lah," tuturnya dengan logat batak yang khas.

Rudiyanto mengaku tahu kabar sanksi RS Mitra Keluarga Kalideres hanya melalui media sosial. Ketika kembali ditanya apa tanggapannya, ia kembali menampik menjawab. Iajuga memohon kepada para rekan wartawan untuk tidak mengganggu keluarganya terlebih dulu.

Sebelumnya kuasa hukum Keluarga Debora, Birgaldo Sinaga mengatakan bahwa pihak keluarga menyayangkan dengan keputusan Menkes yang hanya menjatuhkan sanksi tertulis terhadap RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Kita juga kecewa lah, bingung. Kita maunya dipanggil dulu, kita bicarakan apa yang terjadi biar berimbang, jangan sepihak seperti itu," kata Birgaldo saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (14/9).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA