Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Puluhan Haktare Sawah di Rejang Lebong Alami Kekeringan

Sabtu 16 Sep 2017 15:21 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan Samata Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9).

[ilustrasi] Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan Samata Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9).

Foto: Antara/Yusran Uccang

REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG -- Puluhan hektare sawah di Dusun I Desa Kayu Manis, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu hampir setahun ini mengalami kekeringan akibat saluran irigasi di daerah itu tertimbun longsor.
Sagimin (45), seorang petani di Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang saat ditemui, Sabtu (16/9), menyatkaan, saluran irigasi permanen di desa mereka tersebut tidak bisa difungsikan lagi setelah tanah longsor menimpa bagian hulu irigasi pada awal 2017 lalu.

"Saluran irigasi ini tertimbun longsoran tanah, bebatuan dan kayu berukuran besar, ini tidak bisa dibersihkan dengan cara manual tetapi harus menggunakan alat berat," kata Sagimin.

Kejadian tanah longsor yang menimbun saluran irigasi itu sendiri, kata dia, sudah mereka laporkan kepada kepala desa setempat dan juga sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Rejang Lebong. Namun, sampai saat ini belum diperbaiki perbaikan yang akan dilakukan pihak-pihak terkait.

Kalangan masyarakat Desa Kayu Manis yang memiliki sawah yang kekeringan ini, sebelumnya sudah beberapa kali mengusulkan agar dilakukan gotong-royong guna membersihkan saluran irigasi yang tertimbun longsor dan kayu. Namun, saat akan dilakukan gotong royong yang datang hanya sebagian kecil saja sehingga tidak bisa membersihkan material longsor.

Sejauh ini kalangan petani padi yang lahannya kekeringan ini, kata Sagimin, memanfaatkannya untuk menanam palawija atau beberapa jenis sayuran lainnya. Sedangkan, beberapa petani lainnya beralih ke usaha lainnya seperti menjadi penambang batu kali maupun berkebun kopi dan memilih membiarkan sawahnya ditumbuhi rumput dan menjadi tempat pengembalaan ternak.

Sementara itu, Kasman (55) petani padi di Desa Kayu Manis lainnya berharap Pemkab Rejang Lebong dapat segera memperbaiki saluran irigasi di desa mereka. Sehingga, nantinya mereka bisa kembali bercocok tanam kembali seperti sebelumnya

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA