Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

KPAI: Mensos Kerjanya Cepat Tapi Kinerja Dinsosnya Lambat

Selasa 19 Sep 2017 08:07 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama anak yatim dan anak jalanan (ilustrasi)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama anak yatim dan anak jalanan (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandy mengapresiasi sambutan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) IX pada Senin (18/9) malam di Banjarmasin. Mensos menyampaikan percepatan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Dalam sambutan Khofifah meminta agar dinas sosial dan pemerintah daerah bertindak cepat dalam pembangunan sistem data warga miskin. Ia prihatin dengan lambannya sistem birokrasi di daerah. "Kami dukung Menteri Sosial, beliau cepat kerjanya, tapi birokrasi di bawah, yakni dinas sosial sangat lamban memberikan layanan. Contohnya dari hasil pengawasan kami, anak-anak terlantar butuh pemenuhan hak, butuh hidup, butuh perlindungan, tumbuh, dan berkembang. Pemda dalam ini dinas sosial di provinsi dan suku dinas di kabupaten/kota harusnya memberi jaminan perlindungan sosial," ujar Susianah dalam siaran persnya, Selasa, (19/9).

Namun, ia prihatin dengan kinerja birokrasi yang terkesan lamban. Dia menjelaskan, anak-anak butuh penanganan cepat, sedangkan dinas sosial sangat lambat dalam merespons. Susianah memaparkan, pada bulan Agustus, KPAI banyak menerima aduan soal anak terlantar.

Salah satunya, kasus anak terlantar ditemukan kabur dari rumah orang tua angkatnya, B (11 tahun). B menceritakan, ia kabur dari orang tua angkatnya. Ia diperlakukan sebagai pekerja domestik dan kerap mendapat kekerasan.

B tinggal di Depok selama empat tahun sebelum akhirnya kabur dari rumah. M yang menemukan B melapor ke KPAI pada 16 Agustus 2017. Atas aduan tersebut, KPAI telah melimpahkan kasus ini ke dinas sosial. "Namun, dinas sosial lamban merespons, padahal anak terlantar membutuhkan pemenuhan hak hidup secara cepat," ujar Susianah.

Anak-anak terlantar butuh makan, istirahat, fasilitas untuk tumbuh dan berkembang. Siapa yang memenuhinya kalau dinas sosial lamban, KPAI tugasnya melakukan pengawasan. "Kami prihatin. B ini jelas terlantar, Dinas Sosial DKI Jakarta akan lihat dulu program bagian orang terlantar, nyatanya sampai sekarang itu belum terealisasi," kata Susianah.n dyah ratna meta novia

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA