Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Pasar Enjo Diharapkan Tampung PKL di Sekitarnya

Kamis 28 Sep 2017 00:34 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Esthi Maharani

Salah satu kondisi pasar tradisional di Indonesia.

Salah satu kondisi pasar tradisional di Indonesia.

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PD Pasar Jaya meresmikan Pasar Enjo di Pulogadung, Jakarta Timur, usai direvitalisasi. Pasar tradisional ini diharapkan bisa menampung seluruh pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Enjo yang selama ini dinilai kurang tertib.

"Ke depan harapan kami kaki lima di pinggiran Pasar Enjo ini nanti akan bersih dan semuanya masuk ke dalam pasar," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Rabu (27/9).

Arief mengatakan, PKL di sekitar Pasar Enjo sangat mungkin dimasukkan semua. Kios yang masih kosong jumlahnya cukup banyak. Mereka akan dijadikan prioritas untuk menempati pasar rakyat tersebut. Namun, Arief masih belum bisa memastikan jumlah pastinya.

Dia menambahkan, PD Pasar Jaya saat ini mengebut revitalisasi 35 pasar hingga awal 2018. Hingga akhir tahun ini, kata Arief, sebanyak 16 pasar tradisional ditargetkan selesai. Ia berharap, semakin banyak pasar tradisional akan mampu mendongkrak ekonomi pedagang kecil dan menengah.

"Jadi semua bentuk-bentuk untuk membuat pedagang kecil kita hidup ini kita coba buat," ujar dia.

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengatakan, ada sekitar 253 PKL di sekitar Pasar Enjo. Ia berjanji untuk berusaha mengajak mereka masuk ke dalam pasar. Bambang meyakini, pedagang di dalam pasar akan lebih baik dan tertib serta menciptakan iklim persaingan yang positif.

"Pasar ini harus hidup dan menjadi tempat untuk masyarakat di Pulogadung ini mencari kebutuhan. Kemudian nanti para pedagangnya bisa masuk ke sini, menjadi kesatuan yang utuh yang memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA