Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

BJ Habibie: Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Sabtu 14 Oct 2017 19:14 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie memberikan ketengan kepada wartawan saat konferensi pers kampanye galangan dukungan pesawat R80 di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (28/9).

Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie memberikan ketengan kepada wartawan saat konferensi pers kampanye galangan dukungan pesawat R80 di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (28/9).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan Kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan karya-karya nyata. Itu perlu dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu disampaikaan Habibie dalam peluncuran dua buku karya Prof Sutan Muhammad Zain, yakni "Kenangan Peralihan Masa" dan "Sriwijaya dan Kerajaan-kerajaan di Sumatra Era Klasik" di Jakarta Selatan, Sabtu (14/10). "Saya perjuangkan untuk mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata," ujarnya.

Menurutnya cita-cita nenek moyang untuk meningkatkan kualitas peradaban harus dilanjutkan. "Kita memiliki dunia seperti dunia Indonesia dan kita kehendaki untuk meneruskan perjuangan dari nenek moyang kita seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit untuk meningkatkan kualitas kehidupan atau peradaban," katanya.

Generasi muda pun, kata dia, harus dipersiapkan untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Kita harus pandai-pandai mempersiapkan generasi mendatang yang memberikan 'stick'-nya secara indah dan melanjutkan perjuangan," ujarnya.

Dia mengatakan semua pihak harus memperjuangkan peradaban Indonesia yang sejahtera. "Peradaban itu berarti pemerataan untuk berkembang baik, pemerataan untuk menikmati kualitas hidup yang baik, pemerataan keadilan dan sebagianya, tapi berdasarkan undang-undang yang telah kita tentukan dan konstitusi yang pada akhirnya kita arahkan ke Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA