Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Sejak Dulu Pendidikan Pramuka Jadi Perekat NKRI

Sabtu 28 Oct 2017 16:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Karnaval budaya anggota pramuka penggalan memeringati Hari Sumpah Pemuda di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (28/10)

Karnaval budaya anggota pramuka penggalan memeringati Hari Sumpah Pemuda di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (28/10)

Foto: Kwarnas Pramuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binamuda, Budi Prayitno mengatakan, sejak dulu momentum Sumpah Pemuda dijadikan sebagai hari refleksi bagi Gerakan Pramuka. Sumpah Pemuda 1928 mengingatkan kita akan pentingnya peran kaum muda dan pentingnya persatuan dalam perjuangan.  

"Setiap kegiatan di Gerakan Pramuka selalu memiliki bobot pendidikan yang tinggi. Upacara Sumpah Pemuda, karnaval budaya, festival kuliner adalah kegiatan luar ruangan yang sepertinya biasa bagi kita orang dewasa, namun merupakan pendidikan bagi adik-adik Pramuka usia 11-15 tahun. Dengan memakai baju adat, mereka semakin sadar bahwa kita Indonesia dengan beragam budaya. Dan Pramuka semangatnya sama dengan Sumpah Pemuda," ujar Budi, dalam siaran persnya, Sabtu (28/10).

Menurut Budi, sejak awal Pramuka dirancang sebagai alat pendidikan bagi anak muda untuk menjadi perekat NKRI. Karena itu, Pramuka bisa hadir dan diterima oleh masyarakat di semua daerah.

"LT-V ini juga bagian dari cara Pramuka memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang dilombakan sangat bagus, tidak hanya mengandung unsur pengetahuan, tapi juga ada unsur persaudaraan, kepedulian, meski sifatnya lomba," jelasnya.

Rio Ashadi, penanggungjawab dua kegiatan ini menjelaskan, setelah karnaval budaya, peserta akan mengikuti lomba memasak atau Festival Kuliner. Ada 66 regu membuat sajian terbaik yang akan dinilai oleh dewan juri.

“Ini bukan lomba kuliner biasa, karena peserta sudah mempersiapkan ini dengan sangat baik. Semua regu berprestasi tinggi atau juara di provinsinya masing-masing. Mereka regu penggalang terbaik di daerahnya, karenanya baik dalam karnaval budaya maupun festival kuliner, peserta akan memberikan yang terbaik baik dari sisi proses, penyajian, penjelasan maupun rasa,” ujar Rio.

Puncak acara penutupan LT-V akan diadakan Sabtu (28/10) pukul 19.00 WIB di Lapangan Kempi 2, Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini akan ditutup langsung oleh Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault.

Sebagai informasi, LT-V adalah kegiatan yang sangat dinantikan dan prestisius, karena seleksi peserta yang sangat ketat. Regu yang bisa mengikuti Lomba Tingkat Lima (LT-V) adalah regu yang menjuarai empat Lomba Tingkat (LT) sebelumnya, yaitu LT-I (tingkat Gugus Depan), LT-II (tingkat Kecamatan), LT-III (tingkat Kota/Kabupaten), dan LT-IV (tingkat Provinsi). Jadi LT-V adalah pertemuan regu penggalang terbaik di Indonesia. Ibarat pertandingan sepakbola, LT-V adalah ‘Piala Dunianya’ Pramuka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA