Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Musyawarah Daerah Persatuan Perawat Hasilkan Ketua Baru

Selasa 31 Okt 2017 08:09 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Esthi Maharani

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang ke-9 di Hotel Jayakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Dalam Musda kali ini, Muhammad Nasrukin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan terpilih sebagai Ketua PPNI Kabupaten Sleman periode 2017-2022.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang ke-9 di Hotel Jayakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Dalam Musda kali ini, Muhammad Nasrukin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan terpilih sebagai Ketua PPNI Kabupaten Sleman periode 2017-2022.

Foto: Republika/Wahyu Suryana

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sleman baru saja menggelar musyawarah daerah yang kesembilan. Dalam musyawarah tersebut, Muhammad Nasrukin terpilih sebagai Ketua PPNI Kabupaten Sleman 2017-2022.

Muhammad Nasrukin sendiri berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Prambanan. Dalam sambutannya, ia menekankan PPNI akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat yang memang rutin dilakukan. Pengabdian itu diberikan baik secara perseorangan maupun dalam ruang lingkup organisasi. Menurut Nasrukin, program pengabdian sangat bermanfaat dilaksanakan PPNI sebagai lebih mengenalkan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

"Kegiatan itu untuk meningkatkan pola hidup sehat, sehingga derajat kesehatan masyarakat tercapai," kata Nasrukin di Hotel Jayakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Senin (30/10).

Ia menuturkan, kegiatan yang langsung diberikan kepada masyarakat di antaranya penyuluhan kesehatan, seminar, lokakarya dan pelatihan-pelatihan. Selain itu, ada pemeriksaan dan pengobatan masyarakat rentan masalah kesehatan. Ada pula pembagian sarana dan prasarana alat kesehatan sederhana, bakti sosial, penanggulangan bencana, penanganan keadaan darurat dan khitanan massal. Dari program-program itu, PPNI dinlai akan semakin kuat, profesional dan akuntabel.

Nasrukin berharap, PPNI dapat pula menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat maupun daerah menjalankan program-program yang ada. Menurut Nasrukin, kerjasama akan membantu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Agar dapat mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat," ujar Nasrukin.

Saat ini, ada setidaknya 3.435 perawat di Kabupaten Sleman yang tergabung di PPNI. Semua terebar di tempat-tempat layanan kesehatan seperti RSUD, Rumah Sakit Umum Pusat, Rumah Sakit Swasta, Klinik Pratama dan Puskesmas. Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Nurulhayah, yang berpesan agar PPNI sebagai organisasi mampu mengembangkan diri dalam segala bidang. Termasuk sumber daya manusia, keilmuwan dan kompetensi.

Dalam kepengurusan yang baru, Nurulhayah berharap, PPNI mampu menyusun program yang baik dan dapat melaksanakannya demi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan mampu bekerja dengan baik sesuai amanat.

"Berharap ketua yang baru ini mempu membuat perencanaan yang baik, melaksanakan kegiatan-kegiatan pendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat, dan seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Sleman mampu memberi kontribusi besar untuk pembangunan kesehatan," kata Nurulhayah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA