Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Jokowi: Peran Guru tak akan Tergantikan

Sabtu 02 Des 2017 10:37 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Guru Nasional di Bekasi, Sabtu (2/12)

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Guru Nasional di Bekasi, Sabtu (2/12)

Foto: Debbie Sutrisno/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,

Jokowi: Peran Guru tak Akan Tergantikan

BEKASI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa guru sangat berperan dalam membangun perdaban bangsa. Tanpa guru tidak akan ada murid-murid tangguh yang mampu memajukan sebuah negara.

"Guru sangat penting dalam menciptakan bangsa, dan untuk membangun martabat. Melalui pendidikan kita menguatkan identitas dan karakter, itulah utamanya peran guru," ujar Jokowi dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-72 di Stadion Patriot, Sabtu (2/12).

Jokowi mengatakan, tugas guru bukan hanya sekadar mengabdikan dirinya untuk mengajar dan memberikan ilmu pengetahuan. Profesi ini juga harus bisa memupuk dan menerangi anak-anak menjadi pribadi yang sehat dan matang. Pribadi tersebut juga harus terbuka pada perubahan dan bisa menjadkkan perbedaan sebagai karunia Indonesia.

Para murid harus diberikan pendidikan yang inklusif dan sesuai dengan perkembangan jaman. Meski demikian, guru juga harus bijak dalam memanfaatkan media sosial dalam tata cara mengajar. Jokowi mengatakan, jangan sampai para murid mendapatkan pendidikan melalui media sosial secara ekstram. Harus ada komunikasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sehingga komunikasi melalui internet bisa diminimalisir.

"Ini pendidikan karakter adalah rohnya pendidikan. Disiplin dan etos kerja adalah kunci bagi guru. Inilah guru sebagai pendidikan," ujarnya.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi mampu membuat robot-robot yang sangat canggih. Banyak pihak menilai bahwa robot tersebut suatu saat akan mampu menggantikan peran guru. Namun, Jokowi memastikan bahwa prediksi tersebut tidak akan terjadi.

Sebab seorang guru, Jokowi mengatakan, memiliki misi lain yaitu untuk membangun kemanusiaan dan peradaban yang baik dan jujur. Hal itulah yang tidak akan bisa digantikan oleh robot sepintar apapun.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berterimakasih kepada para guru yang memiliki profesi sangat mulia. Tanpa campur tangan guru tidak mungkin ia menjadi seorang Presiden RI seperti sekarang.

"Saya ingin menyampaikan hormat Takzim saya kepada para pendidik guru sehingga saya menjadi Presiden. Sekali lagi saya tidak mungkin bisa menjadi Presiden tanpa peran guru saya. Tidak mungkin mengemban profesi mulia ini tanpa guru," papar Jokowi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA