Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Nurul Arifin: Saya tidak Bisa Bertemu Bapak (Setnov)

Senin 04 Des 2017 15:44 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

 Politisi Partai Golkar Nurul Arifin saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan HUT Partai Golkar ke 53 di Jakarta, Rabu (18/10).

Politisi Partai Golkar Nurul Arifin saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan HUT Partai Golkar ke 53 di Jakarta, Rabu (18/10).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalan Opini, Nurul Arifin, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait rencana pengunduran diri Setya Novanto (Setnov) sebagai ketua umum Golkar maupun ketua DPR. Sementara itu, pengacara Novanto, Frederich Yunadi, menegaskan isu pengunduran diri kliennya adalah berita bohong atau hoaks.

"(Mengenai pengunduran diri) saya belum tahu. Saya tidak bisa bertemu Bapak (Setnov)," ujar Nurul ketika dikonfirmasi Republika, Senin (4/12).

Sementara itu, desakan untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar sudah diungkaokan sejumlah pihak. Menanggapi hal tersebut, Nurul menyatakan Novanto belum memberikan tanggapan apa pun.

Dikonfirmasi secara terpisah, Frederich Yunadi mengatakan, berbagai informasi terkait pengunduran diri kliennya sebagai ketua umum Partai Golkar adalah berita bohong. Novanto juga disebutnya belum berencana mundur sebagai ketua DPR.

"Itu hoaks, itu hoaks (berita bohong)," ujar Frederich melalui pesan singkat, Senin.

Dia melanjutkan, saat ini Golkar telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum, yakni Idrus Marham. Karenanya, segala dinamika dan urusan partai berlambang pohon beringin tersebut tersebut akan diselesaikan oleh idrus sebagai Plt Ketua Umum. "Belum ada rencana (Novanto mundur). Sudah ditunjuk Plt Ketua Umum, maka biar dia yang menyelesaikan," tegasnya.

Sementara itu, ketika disinggung tentang rencana dilaksanakannya musyawarah nasional luar biasa (munaslub), Frederich mengungkapkan jika Novanto berniat memimpin agenda tersebut. "Beliau berniat memimpin sendiri munaslub itu jika nanti praperadilan sudah selesai," tutur dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA