Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Penyebaran HIV-AIDS di Sukabumi Didominasi Kalangan LSL

Rabu 13 Dec 2017 20:39 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Winda Destiana Putri

HIV/AIDS. Ilustrasi

HIV/AIDS. Ilustrasi

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kasus penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Sukabumi didominasi oleh kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Hal ini didasarkan hasil Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV yang dilakukan dalam lima tahun terakhir.

Dalam kurun waktu lima tahun telah menemukan total pengidap HIV-AIDS sebanyak 619 kasus, terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Didi Supardi dalam sambutan di acara peringatan hari AIDS sedunia tingkat Sukabumi di kompleks Samudera Beach Hotel (SBH), Palabuhanratu, Rabu (13/12). Rinciannya kata dia penemuan kasus setelah berdiri KPA dan tersedia layanan VCT sebanyak 416 kasus.

Sisanya lanjut Didi, penemuan kasus yang dilakukan sebelum adanya layanan VCT. Ia menerangkan saat ini terdapat 24 titik layanan VCT yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Menurut Didi, dari ratusan kasus ini populasi kunci lelaki seks lelaki (LSL) menjadi penyumbang pengidap terbanyak kasus HIV di Sukabumi. Peringkat tertinggi berikutnya sambung dia adalah kalangan ibu rumah tangga (IRT) yang sebenarnya bukan merupakan populasi beresiko tertular HIV.

Penemuan angka HIV-AIDS ini ungkap Didi, merupakan hasil kerjasama yang baik antara, dinkes, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa). Ketiga lembaga ini kata dia telah berkoordinasi dan meningkatkan pelayanan dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS.

Lembaga ini berbagi peran terutama dalam bidang promotif, preventif, dan kuratif, terang Didi. Khusus dinkes lanjut dia berperan dalam  preventif dan kuratif.

Pada 2018 mendatang ujar Didi, dinkes dipercaya kembali mengawal KPA dalam segi penganggaran. Harapannya sambung dia ke depan dapat terjalin kerjasama yang lebih baik untuk mewujudkan cita-cita Sukabumi yang religius, sehat dan mandiri serta terbebas dari bahaya HIV-AIDS.

Bupati Sukabumi yang sekaligus Ketua KPA Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, peringatan hari AIDS sedunia ini menjadi momentum untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian pada masalah HIV-AIDS. Saat ini angka kumulatif pengidap HIV telah menembus 600 kasus sehingga memerlukan perhatian semua pihak, terang dia.

Marwan mengungkapkan, Sukabumi berupaya mewujudkan tiga zero dalam penanggulangan HIV-AIDS. Ke tiganya yakni zero atau tidak ada lagi kasus baru infeksi HIV, kedua zero atau tidak ada kasus kematian dan ketiga tidak ada lagi diskrimasi terhadap pengidap HIV.

Ketiga hal ini ujar Marwan diharapkan bisa terwujud pada 2030 mendatang. Untuk mewujudkannya kata dia diperlukan peran serta semua elemen masyarakat.

Kepedulian pada masalah HIV ini terang Marwan telah ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan yang ada di Sukabumi. Selain itu ada sejumlah komunitas yang terlibat dalam penanggulangan HIV-AIDS seperti warga peduli AIDS, pekerja peduli AIDS, pelajar peduli AIDS, ustad peduli AIDS, dan media peduli AIDS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA