Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Polisi Buru Anggota Geng Jepang Terlibat Penjarahan di Depok

Selasa 26 Dec 2017 19:31 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Teguh Firmansyah

Kondisi terkini Toko Pakaian Fernando yang dijarah geng motor bernama Geng Jepang, kerugian ditaksir mencapai Rp 13 juta, Selasa (26/12).

Kondisi terkini Toko Pakaian Fernando yang dijarah geng motor bernama Geng Jepang, kerugian ditaksir mencapai Rp 13 juta, Selasa (26/12).

Foto: Republika/Rahma Sulistya

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kepolisian Kota Depok  belum bisa memastikan apakah masih ada anggota geng motor Depok, Geng Jepang, yang terlibat dalam aksi penjarahan.  Kepolisian masih terus berkeliling untuk menangkap pelaku lainnya.


Kapolres Kota Depok AKBP Didik Sugiarto mengungkapkan, pihaknya masih terus menganalisa CCTV yang terpasang di Toko Pakaian Fernando. "Intinya, kita akan berupaya untuk semua orang yang terlibat akan kita lakukan penegakan hukum," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (26/12).

Dalam menganalisa CCTV toko korban penjarahan, kepolisian akan menanyakan pada tersangka siapa saja yang ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut. "Kita mengidentifikasi dari hasil pemeriksaan, saat ini sudah delapan tersangka yang ditetapkan tersangka. Mereka sedang kita lakukan pemeriksaan, kita juga sudah mengidentifikasi lagi beberapa orang, tapi kan kita sedang melakukan pemeriksaan," kata dia.

Didik menjelaskan, dari 26 anggota geng motor yang diamankan di dua lokasi wilayah Depok, Jawa Barat itu, tidak semuanya terlibat penjarahan. Walaupun mereka memang betul sebagai anggota Geng Jepang, dan saat ini 18 orang lainnya masih berstatus saksi.

Kesimpulan ini didapatkan kepolisian ketika seluruhnya diamankan. Petugas lantas menanyakan keberadaan mereka saat kejadian berlangsung. "Hasil pemeriksaan tersebut didapatkan, mereka yang ada di toko pakaian itu, dari 26 orang ada delapan orang, sedangkan 19 orang lainnya tidak ikut," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Kota Depok Kompol Putu Kholis Aryana. Saat dihubungi oleh Republika.co.id, ia sedang dalam perjalanan berkeliling untuk menangkap para pelaku penjarahan lainnya. "Sebentar ya, saya sedang di jalan untuk tangkap pelaku lain," ujar dia kepada Republika, Selasa (26/12).

Sebelumnya diberitakan, sebuah geng motor melakukan penjarahan terhadap beberapa toko yang ada di sepanjang Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi pada Ahad (24/12) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kepolisian telah mengamankan 24 orang yang diduga sebagai pelaku di dua lokasi penangkapan, pertama 17 orang di kontrakan wilayah Pitara, Depok, dan sembilan lainnya di bengkel wilayah Mampang, Depok, para pelaku ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB di hari yang sama.

Namun, polisi hanya menetapkan delapan tersangka dari keseluruhan pelaku yang telah diamankan itu. Mereka adalah, Alf alias Caong (20), Alg (16), Fat (17), Ahm (17), Bel (17) perempuan, Eks (17) perempuan, Yuv (17) perempuan, Dew (16). Dari delapan tersangka ini, salah satunya ketika cek urine, positif menggunakan narkoba.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA